Tafsir: Setiap Manusia Fokus Amal Masing-masing di Hari Akhir
Andi Muhammad
Jum'at, 02 Desember 2022 - 07:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Dalam ajaran agama Islam, setiap mukmin wajib mengimani akan hadirnya hari kiamat atau hari akhir. Ketika itu seluruh manusia berkedudukan sama, baik rakyat jelata ataupun orang-orang besar. Serta setiap anggota keluarga akan sibuk dengan diri masing-masing pada hari akhir.
Seperti yang tertuang dalam surat Al-Mu’minun ayat 101, Allah SWT berfirman:
فَإِذَا نُفِخَ فِى ٱلصُّورِ فَلَآ أَنسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍ وَلَا يَتَسَآءَلُونَ
Artinya: Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya.
Merujuk tafsir Ibnu Katsir pada ayat di atas, Sekretaris Dewan Hisbah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), KH Zae Nandang mengatakan, ayat tersebut menjelaskan bahwa setiap mukmin wajib mengimani akan datangnya hari akhir. Kemudian nasab-nasab pada hari itu tidak akan ada artinya, sebab semua manusia di mata Allah itu sama.
"Orang tua dengan anak, dengan saudara, dengan istri, dengan suami dan seterusnya. Nasab-nasab itu sudah tidak bermanfaat lagi," kata Kiai Zae Nandang dalam kajiannya dikutip di kanal Persis TV, Jumat (2/12/2022).
Baca Juga:Benarkah Seseorang Bisa Masuk Surga Meski Tidak Pernah Salat?
Seperti yang tertuang dalam surat Al-Mu’minun ayat 101, Allah SWT berfirman:
فَإِذَا نُفِخَ فِى ٱلصُّورِ فَلَآ أَنسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍ وَلَا يَتَسَآءَلُونَ
Artinya: Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya.
Merujuk tafsir Ibnu Katsir pada ayat di atas, Sekretaris Dewan Hisbah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), KH Zae Nandang mengatakan, ayat tersebut menjelaskan bahwa setiap mukmin wajib mengimani akan datangnya hari akhir. Kemudian nasab-nasab pada hari itu tidak akan ada artinya, sebab semua manusia di mata Allah itu sama.
"Orang tua dengan anak, dengan saudara, dengan istri, dengan suami dan seterusnya. Nasab-nasab itu sudah tidak bermanfaat lagi," kata Kiai Zae Nandang dalam kajiannya dikutip di kanal Persis TV, Jumat (2/12/2022).
Baca Juga:Benarkah Seseorang Bisa Masuk Surga Meski Tidak Pernah Salat?