Ketika Allah Ta'ala menghendaki adanya hari akhir, maka umat manusia dalam keadaan kebingungan yang luar biasa atas terbelahnya bumi menjadi potongan-potongan lain
Menurut dia, dalam ayat ini juga Allah Ta'ala menjelaskan bagaimana tanah yang kering dan tandus, kemudian Allah turunkan air hujan dan hidup. Sehingga demikian itu adalah Allah yang menetapkanNya.
Ketika Allah Ta'ala menghendaki adanya hari akhir, maka umat manusia dalam keadaan kebingungan yang luar biasa atas terbelahnya bumi menjadi potongan-potongan lain.
KH Zae Nandang menyebutkan ketika orang menyeru atau berdo'a bersama dengan Allah Ta'ala Tuhan yang lain, maka sama sekali tidak ada burhan atau alasan dalil.
Dia menjelaskan apabila dalam waktu yang singkat di dunia manusia tersebut dapat bersabar melaksanakan ketaatan kepada Allah ta'ala, maka tentu mereka akan selamat dan beruntung pada masa yang panjang dan abadi.
Dia menuturkan, karena mematuhi segala perintah Allah lantas mereka menjaga dirinya dari segala bentuk maksiat. Baik di saat sendiri atau di tempat publik yang banyak orang.
Ketua Dewan Hisbah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), KH Zae Nandang menjelaskan dalam kajian tafsir Ibnu Katsir, Allah Ta'ala mengabarkan dari sekarang bahwa kelak di akhirat Allah Ta'ala menegur para ahli neraka.
Dia mengungkapkan bahwa iman yang kuat dapat menjadi benteng kokoh terhadap kesesatan duniawi. Dengan begitu, otomatis akan melahirkan al-haya atau rasa malu melanggar prinsip syariat.
Seluruh manusia yang dibangkitkan akan sibuk dengan dirinya sendiri. Begitu pula dengan tangisan dan kesedihan yang dikeluarkan orang-orang pada hari akhir sudah tidak berarti lagi sebab itu merupakan hari pembalasan akan perbuatan manusia semasa hidupnya.
Kiai Zae Nandang juga menyampaikan do'a serta harapannya bagi masyarakat di Cianjur yang menjadi korban atas peristiwa gempa bumi tersebut. Baik bagi mereka yang menjadi korban jiwa maupun luka-luka.
Kiai Zae Nandang menerangkan, di hari itu tangisan kesedihan tidak ada kaitan dengan nasab. Sebab, masing-masing orang akan sibuk dengan dirinya, tidak akan menoleh yang lain, walaupun terhadap keluarganya sendiri mereka tidak akan saling memperhatikan.