LANGIT7.ID, JAKARTA - Kiamat menjadi tanda akhir kehidupan seluruh makhluk dengan adanya kehancuran tatanan dunia, kehancuran tersebut juga dikarenakan adanya goncangan. Akan tetapi, goncangan pada hari kiamat itu menjadi sesuatu yang besar, hal ini sebagaimana tertuang dalam surat Al Hajj ayat dua Allah Ta'ala berfirman:
اَرۡضَعَتۡ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمۡلٍ حَمۡلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكٰرٰى وَمَا هُمۡ بِسُكٰرٰى وَلٰـكِنَّ عَذَابَ اللّٰهِ شَدِيۡدٌ
Artinya: "(Ingatlah) pada hari ketika kamu melihatnya (goncangan itu), semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras". (QS Al Hajj: 2).
Dalam kajian tafsir Ibnu Katsir, Ketua Dewan Hisbah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), KH Zae Nandang menjelaskan alasan berulang kali Allah Ta'ala mengingatkan dalam Al-Qur'an tentang kejadian tersebut, karena banyak manusia yang tidak percaya.
Baca Juga: Bagaimana Cara Bertaubat dari Dosa Kecil dan Besar?"Bukan masalah kehancurannya, karena kalau hanya kehancuran alam, akal manusia akan sampai dan menerimanya. Bahwa segala sesuatu yang ada dalam alam ini akan berakhir dengan kehancuran," kata Kiai Zae Nandang dalam kajian tafsir virtualnya, Rabu (28/12/2022).
Oleh karenanya, lanjut Kiai Zae Nandang, diperlukan juga iman. Iman terkait dihidupkannya kembali dan ini masih banyak yang tidak percaya tentang hal demikian. Menurut dia, manusia akan dihidupkan kembali untuk kemudian dikumpulkan serta dihisab.
"Setelah dihisab lalu manusia akan ditempatkan di surga dan neraka, nah ini yang tidak bisa (dipahami) oleh akal, dan ini harus dengan iman, yaitu iman kepada keterangan Allah Yang Maha Benar yang tercantum dalam Al-Qur'an," ujar Kiai Zae Nandang.
Dengan begitu, dia mengatakan Allah Ta'ala menantang manusia untuk membuat kitab suci seperti Al-Qur'an jika Al-Qur'an dianggap bohong dan diragukan kebenarannya. "Jadi keterangan-keterangan tersebut datangnya dari Allah Ta'ala, nyatanya dalam Al-Qur'an dan tinggal pada Al-Qur'annya itu sendiri percaya atau tidak," katanya.
Menurut Kiai Zae Nandang bahwa kenyataannya tidak ada manusia satu pun yang mampu membuat seperti Al-Qur'an. "Kalau tidak bisa membuat satu mushaf, buatlah satu surat. Ternyata tidak ada, jika tidak bisa sepuluh surat buat satu surat saja, maka tidak ada yang sanggup," ucapnya.
Dengan begitu, Kiai Zae Nandang menyimpulkan bahwa Al-Qur'an benar dan tidak ada yang salah, sebab Al-Qur'an datang dari Allah Yang Maha Tahu. "Apabila manusia ragu-ragu terhadap ayat-ayat, tentang berita-berita Al-Qur'an. Maka masuk dalam kategori kufur, jangankan tidak percaya, ragu-ragu saja haram hukumnya," tuturnya.
Baca Juga: Punya Dampak Positif, Ini Manfaat Liburan Bareng Anak(zhd)