LANGIT7.ID, Jakarta - Dalam Islam kita diwajibkan untuk melaksanakan salat fardhu lima waktu. Karena Allah menciptakan makhluk hidup tidak lain untuk menyembah-Nya. Namun apakah seorang mukmin yang tidak pernah melaksanakan salat bisa masuk surga?
Menanggapi hal ini, Pimpinan Pesantren Tahdzibul Washiyyah, KH Wawan Shofwan Shalehuddin mengatakan, pada dasarnya umat Islam sudah dipastikan akan masuk surga. Tetapi tidak semua umat Islam terhindar dari api neraka.
"Sebenarnya ke surga itu tidak terlalu susah, yang susah dan harus ditambah perjuangan adalah bagaimana supaya tidak ke neraka," jelas Kiai Wawan dalam kajiannya dikutip di kanal Tahdzibul Washiyyah, Jumat (2/12/2022).
Baca Juga: Lewat Musala Transparan, Qatar Dakwahkan Islam ke Fans Piala DuniaBerdasarkan sebuah riwayat, Kiai Wawan menceritakan ketika itu ada seorang non muslim bernama Amr Bin Uqaisy yang berasal dari kaum Bani Ashal. Sebagian besar dari kaumnya telah memeluk agama Islam, akan tetapi tidak dengan Amr Bin Uqaisy yang masih meragukan Islam.
Suatu saat beliau mencari teman-temannya di tempat mereka tinggal. Sayangnya mereka tidak ada karena para sahabat yang dicari semuanya tengah dalam perjalanan perang Uhud bersama Rasulullah SAW.
Amr Bin Uqaisy pun bertanya kepada kaumnya yang masih berada di tempat tinggalnya. Kemudian ada yang membeberkan bahwa orang-orang yang dia cari sedang berjihad bersama Rasulullah SAW untuk memerangi kaum musyrikin Quraisy.
"Akhirnya dia pakai seragam perang dan topi besi, pergilah ia sendirian menyusul, bertemulah ia dengan teman-teman sekampunya itu," ujar Kiai Wawan.
Di saat yang bersamaan, lanjut Kiai Wawan, Amr Bin Uqaisy bertemu dengan Nabi SAW. Saat itu Amr Bin Uqaisy tidak diperbolehkan ikut perang lantaran belum memeluk agama Islam.
Akhirnya Amr Bin Uqaisy pun menyatakan keimanannya kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Dengan demikian, Rasulullah mengizinkan beliau untuk ikut berjihad dengan teman-temannya. Sayangnya beliau harus terluka parah akibat perang itu dan meninggal syahid.
"Jadi bukan belum salat sebenarnya. Menyatakan iman kemudian perang, terluka dan meninggal syahid," jelasnya.
Baca Juga: Tips Mendamaikan Anak dan Orang Tua yang Berselisih(zhd)