Keistimewaan Akhlak yang Baik Menurut Ustadz Hanan Attaki
Hasanah syakim
Jum'at, 02 Desember 2022 - 20:30 WIB
Seorang Muslim yang menghormati orang tua tanda memiliki akhlak yang baik (foto: Langit7.id/iStock)
Penceramah Ustaz Hanan Attaki menjelaskan kedudukan orang yang mempunyai akhlak baik, yaitu seperti orang yang ahli ibadah malam, dan ahli berpuasa di siang hari.
"Apalagi jika dia bisa sempurna antara siang dan malamnya, serta akhlak dan ibadahnya. Maka udah engga ada lagi yang bisa menandinginya," ujar Ustaz Hanan Attaki dalam tayangan YouTube Bekal Pulang dikutip Jumat (2/12/2022).
Menurutnya, jika seseorang hanya mengandalkan akhlak serta hanya melakukan kewajiban ibadah salat wajib, maka kata Ustaz Hanan Attaki derajat seseorang itu seperti orang yang rajin ibadah malam dan puasa di siang hari karena memiliki akhlak yang istimewa.
Baca juga:Penjelasan UAS soal Ruh Orang Meninggal Pulang ke Rumah di Malam Jumat
"Disebut dengan qowam dan sowam bukan ketika dia baru pernah salat malam sekali, bertahun-tahun seolah-olah kalau kita membantu seseorang yang membutuhkan. Itu kita sama derajatnya dengan ahli ibadah yang sudah beribadah selama sekian puluh tahun," katanya.
Menurutnya, sekali saja seseorang menahan lisannya dari perbuatan mencela orang lain ketika dirinya dicela. Kemudian, satu kali saja seseorang bisa menahan diri, maka derajatnya sama dengan ahli ibadah yang sudah bertahun-tahun.
"Sebegitu istimewanya akhlak berdasarkan hadist riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud dengan derajat shahih. Makanya bicara tentang akhlak bukan bicara soal sepele yang pahalanya kecil, yang dalam urusan agama itu syari'at-syari'at yang ringan," ujarnya.
"Apalagi jika dia bisa sempurna antara siang dan malamnya, serta akhlak dan ibadahnya. Maka udah engga ada lagi yang bisa menandinginya," ujar Ustaz Hanan Attaki dalam tayangan YouTube Bekal Pulang dikutip Jumat (2/12/2022).
Menurutnya, jika seseorang hanya mengandalkan akhlak serta hanya melakukan kewajiban ibadah salat wajib, maka kata Ustaz Hanan Attaki derajat seseorang itu seperti orang yang rajin ibadah malam dan puasa di siang hari karena memiliki akhlak yang istimewa.
Baca juga:Penjelasan UAS soal Ruh Orang Meninggal Pulang ke Rumah di Malam Jumat
"Disebut dengan qowam dan sowam bukan ketika dia baru pernah salat malam sekali, bertahun-tahun seolah-olah kalau kita membantu seseorang yang membutuhkan. Itu kita sama derajatnya dengan ahli ibadah yang sudah beribadah selama sekian puluh tahun," katanya.
Menurutnya, sekali saja seseorang menahan lisannya dari perbuatan mencela orang lain ketika dirinya dicela. Kemudian, satu kali saja seseorang bisa menahan diri, maka derajatnya sama dengan ahli ibadah yang sudah bertahun-tahun.
"Sebegitu istimewanya akhlak berdasarkan hadist riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud dengan derajat shahih. Makanya bicara tentang akhlak bukan bicara soal sepele yang pahalanya kecil, yang dalam urusan agama itu syari'at-syari'at yang ringan," ujarnya.