LANGIT7.ID, Jakarta - Penceramah
Ustaz Hanan Attaki menjelaskan kedudukan orang yang mempunyai akhlak baik, yaitu seperti orang yang ahli ibadah malam, dan ahli berpuasa di siang hari.
"Apalagi jika dia bisa sempurna antara siang dan malamnya, serta akhlak dan ibadahnya. Maka udah engga ada lagi yang bisa menandinginya," ujar Ustaz Hanan Attaki dalam tayangan YouTube Bekal Pulang dikutip Jumat (2/12/2022).
Menurutnya, jika seseorang hanya mengandalkan akhlak serta hanya melakukan kewajiban ibadah salat wajib, maka kata Ustaz Hanan Attaki derajat seseorang itu seperti orang yang rajin ibadah malam dan puasa di siang hari karena memiliki akhlak yang istimewa.
Baca juga: Penjelasan UAS soal Ruh Orang Meninggal Pulang ke Rumah di Malam Jumat "Disebut dengan qowam dan sowam bukan ketika dia baru pernah salat malam sekali, bertahun-tahun seolah-olah kalau kita membantu seseorang yang membutuhkan. Itu kita sama derajatnya dengan ahli ibadah yang sudah beribadah selama sekian puluh tahun," katanya.
Menurutnya, sekali saja seseorang menahan lisannya dari perbuatan mencela orang lain ketika dirinya dicela. Kemudian, satu kali saja seseorang bisa menahan diri, maka derajatnya sama dengan ahli ibadah yang sudah bertahun-tahun.
"Sebegitu istimewanya akhlak berdasarkan hadist riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud dengan derajat shahih. Makanya bicara tentang akhlak bukan bicara soal sepele yang pahalanya kecil, yang dalam urusan agama itu syari'at-syari'at yang ringan," ujarnya.
Menurut
Ustadz Hanan Attaki, hal tersebut menjadi sesuatu yang harus dijadikan sebagai renungan dengan berintrospeksi diri, bagaimana selama ini kondisi akhlak dalam urusan lisan.
"Dalam urusan sosial media, sebagaimana terjemahan dari salah satu hadits nabi adalah muslim yang benar, muslim yang baik, dan muslim yang ideal itu adalah kalau komen-komennya atau postingan-postingannya menyelamatkan orang lain, tidak menyakiti orang lain," tegas Ustadz Hanan Attaki.
Baca juga: Tafsir: Setiap Manusia Fokus Amal Masing-masing di Hari Akhir Ustadz Hanan Attaki menyebutkan, kata selamat diartikan tidak memunculkan polemik, tidak memunculkan perdebatan, tidak menyakiti perasaan, tidak menjadikan fitnah atau hoax maka itulah muslim.
"Muslim itu adalah apabila muslim yang lain selamat dari lisannya dan tangannya. Terjemahan tangan di masa dulu, memukul mengambil hak orang lain secara tidak halal. Kalau sekarang sudah ditambah bukan hanya mengambil hak orang lain, termasuk juga mengetik teks," ungkapnya.
(sof)