Gus Muhaimin Minta Pemerintah Prioritaskan Ponpes Terdampak Gempa Cianjur
Garry Talentedo Kesawa
Kamis, 08 Desember 2022 - 08:00 WIB
Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Abdul Muhaimin Iskandar saat menyambangi Ponpes Gasol Pusaka dan Ponpes Riyadlul Alfiyyah di Cianjur, Jawa Barat. (Foto: Istimewa)
Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Abdul Muhaimin Iskandar meminta pemerintah untuk memberi perhatian lebih terhadap sejumlah pondok pesantren (ponpes) yang terdampak gempa di Cianjur, Jawa Barat. Berdasarkan laporan sementara Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP), sebanyak 31 bangunan ponpes di Cianjur mengalami rusak berat.
"Sekarang kondisinya masih perlu perhatian. Pesantren-pesantren di Cianjur yang menjadi korban gempa ini benar-benar kehilangan sarana untuk belajar, sarana untuk tinggal," kata Muhaimin dalam keterangannyausai menyambangi Ponpes Gasol Pusaka dan Ponpes Riyadlul Alfiyyah di Cianjur, dikutip Kamis(7/12/2022).
Pria yang akrab disapa Gus Muhaimin itu menemukan sejumlah fakta bahwa seluruh ponpes terdampak gempa saat ini diliburkan. Karena itu, dia berharap perhatian pemerintah perlu diprioritaskan agar proses belajar para santri kembali normal.
Baca Juga:Disambangi Jokowi, Ponpes Darul Falah Minta Trauma Healing Pascagempa
"Ini hendaknya jadi prioritas karena menyangkut nasib masa depan generasi muda kita. Angkatan muda yang begitu besar jumlahnya yang membutuhkan perhatian," ujar Gus Muhaimin.
"Karena itu mendesak untuk ditangani rehabilitasi dan renovasi bangunan baru bagi sarana pendidikan kita. Ya sementara (kondisi santri) sangat terlantar, sebagian dipulangkan (libur) untuk itu agar semua ditangani dan perlu dipercepat," lanjutnya.
Atas hal tersebut, Gus Muhaimin meminta kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar segera menurunkan bantuan bagi fasilitas belajar dan mengajar untuk pesantren yang terdampak. Menurutnya, ada banyak santri yang terhenti proses belajarnya di lembaga pendidikan keagamaan itu.
"Sekarang kondisinya masih perlu perhatian. Pesantren-pesantren di Cianjur yang menjadi korban gempa ini benar-benar kehilangan sarana untuk belajar, sarana untuk tinggal," kata Muhaimin dalam keterangannyausai menyambangi Ponpes Gasol Pusaka dan Ponpes Riyadlul Alfiyyah di Cianjur, dikutip Kamis(7/12/2022).
Pria yang akrab disapa Gus Muhaimin itu menemukan sejumlah fakta bahwa seluruh ponpes terdampak gempa saat ini diliburkan. Karena itu, dia berharap perhatian pemerintah perlu diprioritaskan agar proses belajar para santri kembali normal.
Baca Juga:Disambangi Jokowi, Ponpes Darul Falah Minta Trauma Healing Pascagempa
"Ini hendaknya jadi prioritas karena menyangkut nasib masa depan generasi muda kita. Angkatan muda yang begitu besar jumlahnya yang membutuhkan perhatian," ujar Gus Muhaimin.
"Karena itu mendesak untuk ditangani rehabilitasi dan renovasi bangunan baru bagi sarana pendidikan kita. Ya sementara (kondisi santri) sangat terlantar, sebagian dipulangkan (libur) untuk itu agar semua ditangani dan perlu dipercepat," lanjutnya.
Atas hal tersebut, Gus Muhaimin meminta kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar segera menurunkan bantuan bagi fasilitas belajar dan mengajar untuk pesantren yang terdampak. Menurutnya, ada banyak santri yang terhenti proses belajarnya di lembaga pendidikan keagamaan itu.