Penyintas Gempa Cianjur Padati Pojok Busana Laznas Dewan Da’wah
Andi Muhammad
Kamis, 08 Desember 2022 - 22:40 WIB
Penyintas Gempa Cianjur Padati Pojok Busana Laznas Dewan Dawah. Foto: Istimewa.
Di balik menumpuknya bantuan pakaian, ternyata masih banyak warga penyintas gempa Cianjur yang membutuhkan pakaian layak. Salah satunya adalah pengungsi di Kampung Karamat, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat. Warga mengantri untuk mendapatkan pakaian layak.
Setiap hari warga terus berdatangan, memadati dan mengantri untuk mendapatkan pakaian layak dari Pojok Busana Laznas Dewan Da’wah. Diskon 100 persen alias gratis untuk warga penyintas gempa.
Tidak hanya pakaian layak, ada pula perlengkapan ibadah, seperti sarung, mukena, dan sajadah.
Baca Juga:Gempa M 5,8 di Sukabumi, BMKG: Gerakan Tanahnya Lebih Kuat dari Megathrust
“Alhamdulillah, berkah dan bahagia bagi warga para pengungsi terdampak gempa Cianjur,” kata Ketua Pemberdayaan Ekonomi Laznas Dewan Da’wah, Akris Siswanto saat meninjau lokasi Pojok Busana, Kamis (8/12/2022).
Menurut Akris, relawan Laznas Dewan Da’wah bertugas memastikan busana yang tersedia sudah di sortir, terpisah pakaian laki-laki dan perempuan, dan menarik untuk para pengungsi.
“Pakaian layak ini diskon 100 persen alias gratis buat warga pengungsi, kita buka mulai pukul sembilan pagi hingga lima sore. Alhamdulillah hingga hari ini masih ada warga yang membutuhkan,” ujar Akris.
Setiap hari warga terus berdatangan, memadati dan mengantri untuk mendapatkan pakaian layak dari Pojok Busana Laznas Dewan Da’wah. Diskon 100 persen alias gratis untuk warga penyintas gempa.
Tidak hanya pakaian layak, ada pula perlengkapan ibadah, seperti sarung, mukena, dan sajadah.
Baca Juga:Gempa M 5,8 di Sukabumi, BMKG: Gerakan Tanahnya Lebih Kuat dari Megathrust
“Alhamdulillah, berkah dan bahagia bagi warga para pengungsi terdampak gempa Cianjur,” kata Ketua Pemberdayaan Ekonomi Laznas Dewan Da’wah, Akris Siswanto saat meninjau lokasi Pojok Busana, Kamis (8/12/2022).
Menurut Akris, relawan Laznas Dewan Da’wah bertugas memastikan busana yang tersedia sudah di sortir, terpisah pakaian laki-laki dan perempuan, dan menarik untuk para pengungsi.
“Pakaian layak ini diskon 100 persen alias gratis buat warga pengungsi, kita buka mulai pukul sembilan pagi hingga lima sore. Alhamdulillah hingga hari ini masih ada warga yang membutuhkan,” ujar Akris.