Pemerintah Terus Mendorong Penerapan Ekonomi Hijau hingga 2060
Hasanah syakim
Kamis, 08 Desember 2022 - 18:58 WIB
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara (foto: istimewa)
Indonesia berpeluang besar dalam mendorong ekonomi hijau. Indonesia diprediksi mampu menghasilkan lebih dari 60 persen pembangkit energi baru terbarukan pada 2060.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara mengatakan Indonesia memiliki peluang yang cukup besar untuk mendorong ekonomi hijau, seperti energi baru terbarukan yang diproyeksi menghasilkan lebih dari 60 persen pembangkit energi pada 2060.
"Indonesia merupakan negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia, sehingga mempunyai peluang besar dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam (SDA) nikel menjadi baterai," kata Suahasil dalam keterangannya Kamis (8/12/2022).
Baca juga:Banyak Peluang Usaha Tanpa Modal, Terpenting Jeli Baca Pasar
Dengan demikian, dia menyampaikan pentingnya mempersiapkan kebijakan yang fleksibel dengan memperkuat ketersediaan data, akuntabilitas, serta disiplin fiskal terutama untuk menghadapi tantangan krisis di masa depan.
"Beberapa reformasi struktural terus dilakukan pemerintah seperti melalui implementasi UU Cipta Kerja, reformasi perpajakan, reformasi kebijakan transfer ke daerah dan reformasi sektor keuangan," ungkapnya.
Menurutnya, upaya tersebut selaras dengan arahan Kepala Ekonom Bank Bank Dunia, Habib Rab bahwa reformasi fiskan perlu diperkuat guna mempertajam prioritas dalam mendukung pengembangan ekonomi hijau.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara mengatakan Indonesia memiliki peluang yang cukup besar untuk mendorong ekonomi hijau, seperti energi baru terbarukan yang diproyeksi menghasilkan lebih dari 60 persen pembangkit energi pada 2060.
"Indonesia merupakan negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia, sehingga mempunyai peluang besar dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam (SDA) nikel menjadi baterai," kata Suahasil dalam keterangannya Kamis (8/12/2022).
Baca juga:Banyak Peluang Usaha Tanpa Modal, Terpenting Jeli Baca Pasar
Dengan demikian, dia menyampaikan pentingnya mempersiapkan kebijakan yang fleksibel dengan memperkuat ketersediaan data, akuntabilitas, serta disiplin fiskal terutama untuk menghadapi tantangan krisis di masa depan.
"Beberapa reformasi struktural terus dilakukan pemerintah seperti melalui implementasi UU Cipta Kerja, reformasi perpajakan, reformasi kebijakan transfer ke daerah dan reformasi sektor keuangan," ungkapnya.
Menurutnya, upaya tersebut selaras dengan arahan Kepala Ekonom Bank Bank Dunia, Habib Rab bahwa reformasi fiskan perlu diperkuat guna mempertajam prioritas dalam mendukung pengembangan ekonomi hijau.