Santrendelik, Sebarkan 'Virus' Tobat Lewat Pesantren Kontemporer
Arif purniawan
Sabtu, 21 Agustus 2021 - 18:20 WIB
Para muslimah yang hadir dalam kajian santrendelik (foto: santrendelik)
Santrendelik, saat ini sudah genap berusia 6 tahun. Pesantren kontemporer pertama di Indonesia ini didirikan bertujuan mengajak generasi muda untuk lebih baik, dengan bertobat. Santrendelik Kampung Tobat, merupakan yayasan resmi yang telah berbadan hukum pada 2014.
Pesantren unik ini berdiri di atas tanah wakaf, seluas 5025 meter persegi, dari donasi dari beberapa pewakaf. Lokasinya berada di Desa Kalialang Lama, Jalan Kalialang Lama, IX no 44 Kelurahan, Sukorejo Gunungpati, Kota Semarang, di areal kebun jati.
Di website Santrendelik dijelaskan, berdirinya Santrendelik dirintis oleh 3 orang pada 2013 akhir. Mereka Sepakat ingin memperbaiki diri, secara religi dengan model syi'ar kekinian. Mencari terobosan melakukan kegiatan dakwah, yang lain daripada yang lain.
Dalam waktu singkat, tiga bulan berjalan, puluhan anak muda, akhirnya memantapkan untuk mendirikan pesantren sekaligus aktif mempromosikan santrendelik ini. Nongkrong tobat adalah acara reguler pertama. Santrendelik dikemas secara sederhana, kreatif, inovatif, religius dan membumi.
Konsep inilah membuat santrendelik dalam waktu satu tahun mampu menyebarkan virus tobat. Saat ini telah lebih dari 20.000 tobaters yang mengikuti nongkrong tobat, dengan rata-rata peserta mingguan, sebanyak 200-400 orang.
Tobat adalah inti dakwah santrendelik. Dikemas sedemikian rupa, hingga anak muda ini. Merasa betah dan tidak merasa dihakimi, digurui, bahkan sebaliknya merasa religi. Ini adalah kebutuhan pokok, untuk berjalan masa depan, berkeluarga, bekerja, bersosial, berbisnis, dan lainnya. Dengan tetap berpedoman pada Al-Qur'an dan Al-Hadits.
“Rancangan santrendelik, menjadi pesantren kontemporer pertama di Indonesia. Berdasarkan analisa market share yang besar, Santrendelik membuat data sampel anak muda usia 17-40 tahun di Indonesia masih belum menyukai majelis taklim dan menganggap ilmu agama bukan menjadi kebutuhan penting,” demikian keterangan dari laman resmi santrendelik.
Pesantren unik ini berdiri di atas tanah wakaf, seluas 5025 meter persegi, dari donasi dari beberapa pewakaf. Lokasinya berada di Desa Kalialang Lama, Jalan Kalialang Lama, IX no 44 Kelurahan, Sukorejo Gunungpati, Kota Semarang, di areal kebun jati.
Di website Santrendelik dijelaskan, berdirinya Santrendelik dirintis oleh 3 orang pada 2013 akhir. Mereka Sepakat ingin memperbaiki diri, secara religi dengan model syi'ar kekinian. Mencari terobosan melakukan kegiatan dakwah, yang lain daripada yang lain.
Dalam waktu singkat, tiga bulan berjalan, puluhan anak muda, akhirnya memantapkan untuk mendirikan pesantren sekaligus aktif mempromosikan santrendelik ini. Nongkrong tobat adalah acara reguler pertama. Santrendelik dikemas secara sederhana, kreatif, inovatif, religius dan membumi.
Konsep inilah membuat santrendelik dalam waktu satu tahun mampu menyebarkan virus tobat. Saat ini telah lebih dari 20.000 tobaters yang mengikuti nongkrong tobat, dengan rata-rata peserta mingguan, sebanyak 200-400 orang.
Tobat adalah inti dakwah santrendelik. Dikemas sedemikian rupa, hingga anak muda ini. Merasa betah dan tidak merasa dihakimi, digurui, bahkan sebaliknya merasa religi. Ini adalah kebutuhan pokok, untuk berjalan masa depan, berkeluarga, bekerja, bersosial, berbisnis, dan lainnya. Dengan tetap berpedoman pada Al-Qur'an dan Al-Hadits.
“Rancangan santrendelik, menjadi pesantren kontemporer pertama di Indonesia. Berdasarkan analisa market share yang besar, Santrendelik membuat data sampel anak muda usia 17-40 tahun di Indonesia masih belum menyukai majelis taklim dan menganggap ilmu agama bukan menjadi kebutuhan penting,” demikian keterangan dari laman resmi santrendelik.