Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Santrendelik, Sebarkan 'Virus' Tobat Lewat Pesantren Kontemporer

arif purniawan Sabtu, 21 Agustus 2021 - 18:20 WIB
Santrendelik, Sebarkan 'Virus' Tobat Lewat Pesantren Kontemporer
Para muslimah yang hadir dalam kajian santrendelik (foto: santrendelik)
LANGIT7.ID, Semarang - Santrendelik, saat ini sudah genap berusia 6 tahun. Pesantren kontemporer pertama di Indonesia ini didirikan bertujuan mengajak generasi muda untuk lebih baik, dengan bertobat. Santrendelik Kampung Tobat, merupakan yayasan resmi yang telah berbadan hukum pada 2014.

Pesantren unik ini berdiri di atas tanah wakaf, seluas 5025 meter persegi, dari donasi dari beberapa pewakaf. Lokasinya berada di Desa Kalialang Lama, Jalan Kalialang Lama, IX no 44 Kelurahan, Sukorejo Gunungpati, Kota Semarang, di areal kebun jati.

Di website Santrendelik dijelaskan, berdirinya Santrendelik dirintis oleh 3 orang pada 2013 akhir. Mereka Sepakat ingin memperbaiki diri, secara religi dengan model syi'ar kekinian. Mencari terobosan melakukan kegiatan dakwah, yang lain daripada yang lain.

Dalam waktu singkat, tiga bulan berjalan, puluhan anak muda, akhirnya memantapkan untuk mendirikan pesantren sekaligus aktif mempromosikan santrendelik ini. Nongkrong tobat adalah acara reguler pertama. Santrendelik dikemas secara sederhana, kreatif, inovatif, religius dan membumi.

Konsep inilah membuat santrendelik dalam waktu satu tahun mampu menyebarkan virus tobat. Saat ini telah lebih dari 20.000 tobaters yang mengikuti nongkrong tobat, dengan rata-rata peserta mingguan, sebanyak 200-400 orang.

Tobat adalah inti dakwah santrendelik. Dikemas sedemikian rupa, hingga anak muda ini. Merasa betah dan tidak merasa dihakimi, digurui, bahkan sebaliknya merasa religi. Ini adalah kebutuhan pokok, untuk berjalan masa depan, berkeluarga, bekerja, bersosial, berbisnis, dan lainnya. Dengan tetap berpedoman pada Al-Qur'an dan Al-Hadits.

“Rancangan santrendelik, menjadi pesantren kontemporer pertama di Indonesia. Berdasarkan analisa market share yang besar, Santrendelik membuat data sampel anak muda usia 17-40 tahun di Indonesia masih belum menyukai majelis taklim dan menganggap ilmu agama bukan menjadi kebutuhan penting,” demikian keterangan dari laman resmi santrendelik.

Dari analisa data di atas, jelas bahwa sangat sedikit anak muda yang menggantungkan hidup sekaligus masa depannya dengan syariat Islam. Dikarenakan beberapa faktor, salah satunya kurang menariknya kemasan religi. Perlu diketahui, segala pembiayaan maupun kebutuhan konsumsi pesantren ini berasal dari para sponsor dan donatur.

Meski di tengah Pandemi Covid-19, Santrendelik terus menyebarkan virus tobat. Pesantren ini tetap menggelar kegiatan, dengan menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi maupun pengasuh pondok pesantren lewat aplikasi zoom, setiap Kamis pukul 19.00 WIB.

“Harus diakui, sebenarnya kami sudah rindu ingin offline. Seperti bebojoan, kan tidak enak kalau hanya online terus. Jika pemerintah sudah membolehkan keramaian, kami segera gelar lagi di Kalialang,” tutur salah satu pegiat Santrendelik, Duryanto, Sabtu (21/8).

Tema-tema yang diangkat Santrendelik ini adalah isu-isu hangat dan sangat kekinian. Seperti pada Kamis, 19 Agustus 2021, mengangkat tema Menggali Kemerdekaan Sejati dengan narasumber Dr Fahruddin Aziz, dari UIN Walisongo Semarang. Kemudian, pada 12 Agustus 2021, mengangkat tema Berani Ambil Langkah, dengan pembicara Ustadz Dr Awaluddin Pimay LC.

Duryanto mengatakan, Santrendelik ini ingin mengenalkan agama Islam lebih jauh. Tidak membahas halal haram dan surga neraka. Karena, peserta yang datang adalah orang-orang terdidik, kalangan mahasiswa yang secara keilmuan mereka orang pintar. Tidak hanya komunikasi satu arah, tapi juga ada sesi tanya jawab, terkadang juga curhat.

Di Kalialang Gunungpati, dalam setiap kali pertemuan, rata-rata peserta yang hadir mencapai ratusan orang dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Terlebih jika yang datang adalah tokoh yang populer, seperti Gus Miftah, peserta membludak. Generasi milenial ini memang butuh banyak edukasi, karena mudah terpengaruh dengan lingkungan.

“Biar tidak ada kejenuhan dan merasa bosan, karenanya diselingi musik islami dari grup band. Mohon maaf, di sini snack kami yang sediakan,” ucap pria yang dipercaya menjadi MC Santrendelik ini .

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)