Mahasiswa PKU-MUI Rihlah Ilmiah ke Pesantren Dalwa Pasuruan
Redaksi
Selasa, 13 Desember 2022 - 06:30 WIB
Mahasiswa PKU-MUI Rihlah Ilmiah ke Pesantren Dalwa Pasuruan. Foto: Istimewa.
Mahasiswa Pendidikan Kader Ulama (PKU) ke-17 Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta melaksanakan rihlah ilmiah ke Pesantren Darullughah Wad'dawah (Dalwa) Bangil, Pasuruan, Jawa Timur. Ketua Umum MUI Provinsi DKI Jakarta, KH Munahar Muchtar berpesan kepada kader calon ulama untuk terus meng-upgrade keilmuannya.
"Ilmu itu tidak ada habisnya, maka penceramah selain punya beragam metode juga harus banyak ilmunya. Ibarat toko kelontong, orang mau belanja apapun ada disitu, begitupun da'i harus banyak belajar," kata Kiai Munahar di Pesantren Darullughah Wad'dawah, Senin (12/12/2022) malam.
Ia menambahkan bahwa setiap da'i harus memiliki tiga hal sebelum menyampaikan dakwah kepada masyarakat. Pertama, menjadi teladan (uswah); kedua istikamah; dan ketiga meluruskan niat semata karena Allah SWT.
Baca Juga:Santri Asal Kamboja Menghafal Quran dan Belajar Bahasa Arab di Pesantren Dalwa Pasuruan
"Kita harus yakin bahwa perjuangan ini karena Allah, (amanah) dari Allah, dan oleh Allah (kita dimudahkan). Maka ilmu ini penting untuk kehidupan hati kita, sebagaimana Allah menciptakan hujan untuk kehidupan manusia," ujarnya.
Pada kesempatan sama, pengasuh Pesantren Dalwa, Habib Dr Zainal Abidin Bilfaqih menyampaikan bahwa keikhlasan dan ketakwaan menjadi kunci dalam pengelolaan pesantren. Termasuk dalam hal kemandirian di bidang ekonomi dan keilmuan harus tetap terjaga untuk eksistensi sebuah lembaga pendidikan.
"Ulama harus selalu mandiri dalam segala hal agar dapat berdiri tegak, memiliki muru'ah, marwah, dan izzah. Karena itu bedakan antara pasrah dengan menyerah, kalau menyerah maka tidak ada usaha lagi, sedangkan pasrah kita tawakkal kepada Allah, faidza azamta fa tawakkal alallah," ujar Habib Zainal.
"Ilmu itu tidak ada habisnya, maka penceramah selain punya beragam metode juga harus banyak ilmunya. Ibarat toko kelontong, orang mau belanja apapun ada disitu, begitupun da'i harus banyak belajar," kata Kiai Munahar di Pesantren Darullughah Wad'dawah, Senin (12/12/2022) malam.
Ia menambahkan bahwa setiap da'i harus memiliki tiga hal sebelum menyampaikan dakwah kepada masyarakat. Pertama, menjadi teladan (uswah); kedua istikamah; dan ketiga meluruskan niat semata karena Allah SWT.
Baca Juga:Santri Asal Kamboja Menghafal Quran dan Belajar Bahasa Arab di Pesantren Dalwa Pasuruan
"Kita harus yakin bahwa perjuangan ini karena Allah, (amanah) dari Allah, dan oleh Allah (kita dimudahkan). Maka ilmu ini penting untuk kehidupan hati kita, sebagaimana Allah menciptakan hujan untuk kehidupan manusia," ujarnya.
Pada kesempatan sama, pengasuh Pesantren Dalwa, Habib Dr Zainal Abidin Bilfaqih menyampaikan bahwa keikhlasan dan ketakwaan menjadi kunci dalam pengelolaan pesantren. Termasuk dalam hal kemandirian di bidang ekonomi dan keilmuan harus tetap terjaga untuk eksistensi sebuah lembaga pendidikan.
"Ulama harus selalu mandiri dalam segala hal agar dapat berdiri tegak, memiliki muru'ah, marwah, dan izzah. Karena itu bedakan antara pasrah dengan menyerah, kalau menyerah maka tidak ada usaha lagi, sedangkan pasrah kita tawakkal kepada Allah, faidza azamta fa tawakkal alallah," ujar Habib Zainal.