Bupati Meranti Ancam Gabung Malaysia, Didik Rachbini Soroti Ketimpangan Daerah
Muhajirin
Selasa, 13 Desember 2022 - 15:46 WIB
Kabupaten Kepulauan Meranti berdekatan dengan perbatasan Malaysia (foto: merantikab.go.id)
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Dr. Didik J Rachbini menyoroti pernyataan kontroversial Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil yang mengancam akan bergabung dengan Malaysia. Kekecewaan Bupati Meranti muncul karena dana bagi hasil (DBH) yang diterima tidak adil.
Pemerintah pusat dianggap banyak mengambil sumber minyak dari daerah, terutama dalam hal ini Kepulauan Meranti. Didik menyebut isu otonomi dan keadilan antara pusat dan daerah telah terjadi lebih dari setengah abad. Bahkan sejak zaman sentralisasi masa orde baru sampai ada otonomi keuangan daerah saat ini.
"Keluhan, kekecewaan dan ketidakpuasan seperti ini wajar terjadi dan harus ditanggapi oleh pemerintah pusat dengan transparan. Bahkan jika perlu ada perbaikan-perbaikan aturan baik, baik undang-undang maupun aturan main di bawahnya. Aspirasi pemerintah daerah harus tetap diperhatikan karena daerah merupakan bagian dari satu kesatuan NKRI," kata Didik melalui keterangan tertulis kepada langit7.id,Selasa (13/12/2022).
Baca Juga: Yudi Latif: Agama Adalah Penuntun Ekonomi
Kendati demikian, ketika dialog menjadi tidak dialogis, Didik menyebut Bupati Meranti menjadi politisi yang barbar dengan menyebut Kementerian Keuangan diisi iblis dan setan. Kemudian Bupati Meranti juga mengancam untuk angkat senjata dan bergabung dengan Malaysia.
Pemerintah pusat dianggap banyak mengambil sumber minyak dari daerah, terutama dalam hal ini Kepulauan Meranti. Didik menyebut isu otonomi dan keadilan antara pusat dan daerah telah terjadi lebih dari setengah abad. Bahkan sejak zaman sentralisasi masa orde baru sampai ada otonomi keuangan daerah saat ini.
"Keluhan, kekecewaan dan ketidakpuasan seperti ini wajar terjadi dan harus ditanggapi oleh pemerintah pusat dengan transparan. Bahkan jika perlu ada perbaikan-perbaikan aturan baik, baik undang-undang maupun aturan main di bawahnya. Aspirasi pemerintah daerah harus tetap diperhatikan karena daerah merupakan bagian dari satu kesatuan NKRI," kata Didik melalui keterangan tertulis kepada langit7.id,Selasa (13/12/2022).
Baca Juga: Yudi Latif: Agama Adalah Penuntun Ekonomi
Kendati demikian, ketika dialog menjadi tidak dialogis, Didik menyebut Bupati Meranti menjadi politisi yang barbar dengan menyebut Kementerian Keuangan diisi iblis dan setan. Kemudian Bupati Meranti juga mengancam untuk angkat senjata dan bergabung dengan Malaysia.