Outlook 2023
Kritis, Kolaboratif, Komunikatif, dan Kreatif, Modal Saingi AI
Fifiyanti Abdurahman
Rabu, 14 Desember 2022 - 13:30 WIB
Ilustrasi kolaborasi. Foto: LANGIT7/iStock
Artificiall Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan beberapa tahun ke belakang mulai banyak diperbincangkan. AI sendiri merupakan simulasi kecerdasan manusia oleh mesin atau komputer.
Teknologi ini dirancang dengan kecerdasan buatan layaknya manusia, sehingga dapat melakukan banyak hal. AI digadang-gadang hadir untuk membantu manusia dalam beberapa pekerjaan.
Namun, tak bisa dipungkiri, kehadiran AI di dunia kerja membuka potensi mengancam peran manusia dalam pekerjaan nantinya. Bahkan, pendiri Alibaba, Jack Ma dalam World Economic Forum 2018, mengatakan, manusia akan sulit bersaing dengan AI.
Baca juga: Peneliti INDEF: AI Tak Bisa Gantikan Pekerjaan Manusia
"Komputer selalu lebih pintar dari manusia. Lari sekencang mungkin tetap akan kalah dengan mobil. Komputer lebih pintar dari Anda (manusia) karena mereka mampu menyimpan banyak memori dan tidak mempunyai emosi,"
Dia menambahkan, "AI dan robot akan menyingkirkan banyak pekerjaan. Karena di masa depan semua dikendalikan dengan mesin. Kita harus mempunyai soft skill untuk berkompetisi dengan AI," katanya.
Terkait hal itu, pemerhati pendidikan, Dirgantara Wicaksono mengatakan hal utama yang harus dimiliki manusia, khususnya fresh graduate, adalah soft skill.
Teknologi ini dirancang dengan kecerdasan buatan layaknya manusia, sehingga dapat melakukan banyak hal. AI digadang-gadang hadir untuk membantu manusia dalam beberapa pekerjaan.
Namun, tak bisa dipungkiri, kehadiran AI di dunia kerja membuka potensi mengancam peran manusia dalam pekerjaan nantinya. Bahkan, pendiri Alibaba, Jack Ma dalam World Economic Forum 2018, mengatakan, manusia akan sulit bersaing dengan AI.
Baca juga: Peneliti INDEF: AI Tak Bisa Gantikan Pekerjaan Manusia
"Komputer selalu lebih pintar dari manusia. Lari sekencang mungkin tetap akan kalah dengan mobil. Komputer lebih pintar dari Anda (manusia) karena mereka mampu menyimpan banyak memori dan tidak mempunyai emosi,"
Dia menambahkan, "AI dan robot akan menyingkirkan banyak pekerjaan. Karena di masa depan semua dikendalikan dengan mesin. Kita harus mempunyai soft skill untuk berkompetisi dengan AI," katanya.
Terkait hal itu, pemerhati pendidikan, Dirgantara Wicaksono mengatakan hal utama yang harus dimiliki manusia, khususnya fresh graduate, adalah soft skill.