LANGIT7.ID - , Jakarta - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Nailul Huda menilai kecerdasan buatan atau artificial intellegence (AI) belum bisa menggantikan pekerjaan manusia. Menurut Huda, ada masa AI tidak mampu mengerjakan suatu sistem yang rusak.
"Saya yakin suatu saat nanti AI belum bisa menggantikan pekerjaan manusia sepenuhnya. Suatu sistem pasti akan ada kebocoran-kebocoran yang tidak bisa dibenahi oleh AI. Sistem AI sifatnya mendukung pekerjaan manusia," ujar Huda kepada Langit7, dikutip Sabtu (10/12/2022).
Meski demikian, dia tidak menampik bahwa akan ada beberapa pekerjaan yang berkurang karena AI seperti CS (Customer service), PR (Public Relations) dan lainnya.
Karenanya, Huda berpesan kepada para mahasiswa maupun fresh graduate untuk mengoptimalkan skill yang dimiliki saat berada di bangku pendidikan.
"Ya tentu skill yang dipunyai dari bangku sekolah atau kuliah perlu dioptimalkan sembari menguatkan adaptasi teknologinya," cetusnya.
Artifical Intelligence (AI) merupakan simulasi proses kecerdasan manusia oleh mesin, terutama sistem komputer. Aplikasi khusus AI mencakup sistem pakar, pemrosesan bahasa alami, pengenalan suara, dan visi mesin.
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”