LANGIT7.ID-, Norwegia - Menteri Pendidikan
Norwegia, Kari Nessa Nordtun, mengirimkan peringatan kepada Jepang yang mulai menerapkan digitalisasi dalam sistem pendidikan termasuk melegalkan buku teks digital kepada anak didik di sekolah.
"Jangan ulangi kesalahan yang telah kami buat," kata Kari Nessa Nordtun, mengutip Japan Inside, Selasa (28/7/2026).
Peringatan tersebut disampaikan usai Ia menyaksikan Jepang telah melegalkan buku teks digital, tepat ketika
Norwegia justru menarik kembali kebijakan
digitalisasi pendidikan.
Norwegia sendiri memberlakukan melarang penggunaan ponsel pintar pada tahun 2024 dan mengumumkan larangan yang hampir menyeluruh terhadap AI generatif bagi siswa sekolah dasar (usia 6 hingga 13 tahun) mulai akhir Agustus 2026. Keputusan ini pun diiringi dengan aksi mendorong kembali penggunaan buku fisik.
Baca juga: Pemerintah Norwegia Larang Siswa SD Gunakan AI, Utamakan Lebih Banyak Buku di KelasMerunut ke belakang, Norwegia sepenuhnya beralih ke layar atau digitalisasi di kelas pada tahun 2015. Berjalannya waktu, skor PISA di sana seperti skor membaca, matematika, sains mengalami menurunan 12 hingga 33 poin antara tahun 2018 dan 2022. Hasil ini disebut sebagai hasil terburuk yang pernah dicatat negara tersebut.
Norwegia pun terpaksa menyaksikan penurunan pembelajaran, penurunan motivasi, dan peningkatan perundungan dan ketidakhadiran di sekolah.
Sekarang perdana menteri Norwegia telah mengumumkan bahwa AI generatif akan dilarang di sekolah dasar, dan kota-kota diminta untuk memprioritaskan buku teks kertas.
Buku teks digital baru Jepang tidak akan diluncurkan hingga tahun 2030, masih ada waktu untuk memilih jalan yang berbeda. Haruskah Jepang mendengarkan Norwegia, atau apakah digital adalah masa depan apa pun yang terjadi?
Baca juga: Penggunaan Gawai di Sekolah Kini Dibatasi, Menyusul Beredarnya SE Mendikdasmen(lsi)