Kisah Ainun Najib, Santri Desa Jadi Data Scientist Mendunia
Muhajirin
Rabu, 14 Desember 2022 - 18:45 WIB
Ainun Najib (Dok Pribadi)
Ainun Najib adalah salah satu santri kebanggaan Indonesia. Namanya bahkan pernah disebut oleh PresidenJokowi, diminta pulang dan berkontribusi untuk Indonesia. Ainun kini tinggal di Singapura melakoni profesi sebagai data scientist dengan posisiHead of Analytics Platform, Policy and Data Initiatives di Grab.
Selain itu, Ainun juga pernah menggagas sejumlah platform digital yang bermanfaat untuk publik seperti KawalPemilu , KawalCovid19 hingga KawalMasaDepan untuk membantu anak yang jadi yatim karena pandemi Covid-19. Teranyar, Ainun menggagas platform Artificial Intelligence(AI) untuk orang tua dan anak belajar bernama senar.ai.
Jika melihat kontribusinya yang mendunia, siapa sangka kalau Ainun adalah santri yang berasa dari desa. Alumnus Nanyang Technological University (NTU) itu menghabiskan masa kecil hingga remaja di sebuah desa di Kecamatan Balongpanggang, Gresik, Jawa Timur.
Baca Juga: Ainun Najib, Teknolog Muda NU Diminta Presiden Pulang ke Tanah Air
Saat kecil, Ainun menempuh pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) . Saat lulus MI, Ainun sempat mengutarakan keinginan untuk belajar di pondok pesantren. Namun, keinginan itu tidak diizinkan oleh orang tuanya.
Selain itu, Ainun juga pernah menggagas sejumlah platform digital yang bermanfaat untuk publik seperti KawalPemilu , KawalCovid19 hingga KawalMasaDepan untuk membantu anak yang jadi yatim karena pandemi Covid-19. Teranyar, Ainun menggagas platform Artificial Intelligence(AI) untuk orang tua dan anak belajar bernama senar.ai.
Jika melihat kontribusinya yang mendunia, siapa sangka kalau Ainun adalah santri yang berasa dari desa. Alumnus Nanyang Technological University (NTU) itu menghabiskan masa kecil hingga remaja di sebuah desa di Kecamatan Balongpanggang, Gresik, Jawa Timur.
Baca Juga: Ainun Najib, Teknolog Muda NU Diminta Presiden Pulang ke Tanah Air
Saat kecil, Ainun menempuh pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) . Saat lulus MI, Ainun sempat mengutarakan keinginan untuk belajar di pondok pesantren. Namun, keinginan itu tidak diizinkan oleh orang tuanya.