Outlook 2023
Tips Membangun Bisnis Sustainable Fashion bagi Pemula
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 16 Desember 2022 - 09:00 WIB
Koleksi dari Kain Indonesia (KaIND) yang fokus pada bisnis sustainable fashion. Foto: KaIND.
Sustainable fashion atau fesyen berkelanjutan beberapa tahun belakangan menjadi sorotan masyarakat. Bahkan, tren ini diprediksi bakal terus berlanjut.
Tren mode berkelanjutan menjadi sektor potensial bagi industri halal Indonesia dan global. Sebab, gerakan fesyen berkelanjutan muncul sebagai upaya mengatasi dampak buruk industri mode terhadap lingkungan, yang sejalan dengan syariat Islam.
Baca juga: Melalui Fesyen Berkelanjutan, KaIND Berdayakan Petani dan Anak Muda
Kain Indonesia (KaIND) merupakan salah satu jenama lokal yang fokus mengusung konsep sustainable fashion. Pemilik KaIND, Melie Indarto membagikan kiat dan strategi bagi pemula yang ingin memulai bisnis berkelanjutan ini.
Menurut Melie, satu hal penting dalam memulai usaha fesyen berkelanjutan ini adalah kedisplinan diri dalam meminimalisir penggunaan plastik.
"Mulai dari printilannya kecil-kecil, baju benang, atau material kain yang mau kita pakai. Pakai yang organik, terus labelnya pakai yang label katun kemudian brand tag-nya jangan pakai brand tag yang plastik," ujar Melie kepada Langit7 saat ditemui dalam acara UMKM, beberapa waktu lalu.
Kemudian, lanjut Melie, tidak harus terpatok pada daerah asal bila ingin mengangkat tema tertentu seperti batik Pasuruan yang diusung KaIND.
Tren mode berkelanjutan menjadi sektor potensial bagi industri halal Indonesia dan global. Sebab, gerakan fesyen berkelanjutan muncul sebagai upaya mengatasi dampak buruk industri mode terhadap lingkungan, yang sejalan dengan syariat Islam.
Baca juga: Melalui Fesyen Berkelanjutan, KaIND Berdayakan Petani dan Anak Muda
Kain Indonesia (KaIND) merupakan salah satu jenama lokal yang fokus mengusung konsep sustainable fashion. Pemilik KaIND, Melie Indarto membagikan kiat dan strategi bagi pemula yang ingin memulai bisnis berkelanjutan ini.
Menurut Melie, satu hal penting dalam memulai usaha fesyen berkelanjutan ini adalah kedisplinan diri dalam meminimalisir penggunaan plastik.
"Mulai dari printilannya kecil-kecil, baju benang, atau material kain yang mau kita pakai. Pakai yang organik, terus labelnya pakai yang label katun kemudian brand tag-nya jangan pakai brand tag yang plastik," ujar Melie kepada Langit7 saat ditemui dalam acara UMKM, beberapa waktu lalu.
Kemudian, lanjut Melie, tidak harus terpatok pada daerah asal bila ingin mengangkat tema tertentu seperti batik Pasuruan yang diusung KaIND.