Peradaban Islam Tak Kunjung Bangkit, Pakar Usulkan Kapitalisme Jadi Sarana
Muhajirin
Jum'at, 16 Desember 2022 - 13:57 WIB
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) Suwarsono Muhammad (foto: istimewa)
Peradaban selalu mengalami pasang-surut. Ada peradaban yang naik, ada pula yang turun. Hari ini, peradaban Islam sedang surut sementara peradaban lain tengah bangkit. Bukan saja dalam catatan sejarah, tapi saat ini sudah ada contoh riil yang bisa dijadikan contoh.
“Ada contoh rill di depan mata, yang bisa ditengok dengan jelas, bahwa ada sebuah peradaban yang dulu menjadi peradaban dominan, sekarang mengalami proses penurunan,” kata Dosen di Universitas Islam Indonesia (UII), Suwarsono Muhammad, dalam diskusi publik bertajuk Masa Depan Peradaban Islam: Kapitalisme Religius dan Kosmopolitanisme yang digelar UII, dikutip Jumat (16/12/2022).
Menurut Suwarsono, peradaban dominan yang saat ini mengalami penurunan adalah peradaban Barat. Sejak krisis Amerika pada 2007-2008, Barat mengalami penurunan dan kini dihantam lagi dengan dampak pandemi Covid-19.
Di sisi lain, peradaban China yang bangkit tanpa melalui waktu yang cukup lama diraih dengan damai melalui doktrin peaceful rice (PR). China bangkit dari peradaban yang terpinggirkan usai runtuh dan kini menjadi calon penguasa peradaban dunia.
Baca Juga: Din Syamsuddin Sebut Wasathiyah Islam Solusi Kerusakan Peradaban Manusia
“Ada contoh rill di depan mata, yang bisa ditengok dengan jelas, bahwa ada sebuah peradaban yang dulu menjadi peradaban dominan, sekarang mengalami proses penurunan,” kata Dosen di Universitas Islam Indonesia (UII), Suwarsono Muhammad, dalam diskusi publik bertajuk Masa Depan Peradaban Islam: Kapitalisme Religius dan Kosmopolitanisme yang digelar UII, dikutip Jumat (16/12/2022).
Menurut Suwarsono, peradaban dominan yang saat ini mengalami penurunan adalah peradaban Barat. Sejak krisis Amerika pada 2007-2008, Barat mengalami penurunan dan kini dihantam lagi dengan dampak pandemi Covid-19.
Di sisi lain, peradaban China yang bangkit tanpa melalui waktu yang cukup lama diraih dengan damai melalui doktrin peaceful rice (PR). China bangkit dari peradaban yang terpinggirkan usai runtuh dan kini menjadi calon penguasa peradaban dunia.
Baca Juga: Din Syamsuddin Sebut Wasathiyah Islam Solusi Kerusakan Peradaban Manusia