home global news

Akhiri Konflik Agama, PBNU Akan Kumpulkan Ulama se-Dunia Dukung Piagam PBB

Jum'at, 16 Desember 2022 - 16:50 WIB
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf di hadapan sejumlah diplomat negara-negara Islam dan negara sahabat di Jakarta, Kamis (15/12/2022) malam. (Dok PBNU)
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)menggagas Muktamar Internasional Fiqih Peradaban I pada awal Februari 2023. Muktamar yang merupakan rangkaian acara peringatan satu abad Nahdlatul Ulama itu, bakal mengumpulkan ulama se-dunia untuk membahas persoalan konflik atas nama agama dan berbagai persoalan lain.

"Ini istilah tak dikenal di dunia Islam. Tapi ini istilah yg banyak digunakan di Indonesia dan NU untuk menunjuk pada wacana keagamaan di berbagai masalah yang berkembang di masyarakat," kata Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf di hadapan sejumlah diplomat negara-negara Islam dan negara sahabat di Jakarta, Kamis (15/12/2022) malam.

Menurut Gus Yahya, sampai saat ini dunia masih dibayangi konflik identitas dan agama atau yang mengatasnamakan agama. Konflik ini memang bukan baru terjadi tapi sudah sangat lama. Padahal, dunia sudah memiliki sebuah kesepakatan besar yakni piagam Perserikatan Bangsa Bangsa.

Baca Juga:Forum R20 Hasilkan 11 Rekomendasi agar Agama Jadi Solusi Masalah Global

Sayangnya, hal-hal yang disepakati secara internasional tidak serta-merta dapat diterapkan secara domestik oleh negara-negara anggota PBB. Dinamika percaturan di antara aktor-aktor global pun tidak secara konsisten mengarah kepada pemaparan dan penguatan kesepakatan-kesepakatan tersebut.

“Dengan kata lain, visi dari Piagam PBB dan Organisasi PBB adalah sesuatu yang masih harus diperjuangkan oleh mereka yang sungguh-sungguh menyetujuinya dan mempercayai kemungkinan terwujudnya,” tegas Gus Yahya.

Kelompok-kelompok Muslim yang terlibat konflik, kata Gus Yahya mempertahankan posisi mereka dengan mengajukan rujukan-rujukan yang ada dalam referensi Islam. Dan sejaksatu abad lalu, konflik dan peperangan atas nama agama masih dianggap normal.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pbb yahya cholil staquf pbnu konflik
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya