Kemenag Wacanakan Kurikulum Mitigasi Bencana di Daerah Terdampak
Andi Muhammad
Jum'at, 16 Desember 2022 - 19:35 WIB
Ilustrasi. Foto: Istimewa.
Kementerian Agama (Kemenag) menyalurkan bantuan kepada guru yang terdampak gempa Cianjur, Jumat (16/12/2022). Berdasarkan data Kankemenag Cianjur, ada 421 guru madrasah dan 158 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada sekolah yang terdampak gempa.
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Muhammad Zain menyampaikan belasungkawa kepada para penyintas gempa di Cianjur. Dia berharap agar kedepannya lebih antisipatif dalam menghadapi bencana gempa.
"Semoga ke depan kita bisa memberikan semacam kurikulum mitigasi bencana agar anak-anak kita, guru-guru kita bisa mengantisipasi kejadian serupa," kata Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Muhammad Zain dalam keterangannya, Jumat (16/12/2022).
Baca Juga:Sekjen DMI: Masjid Harus Inklusif, Bukan Tempat Gesekan Antargolongan
Dia mengungkapkan bahwa peristiwa ini tak dapat terelakan sebab Indonesia sebagai wilayah ring of fire atau cincin api. Tak luput juga ia mengapresiasi respon cepat Kankemenag Cianjur dan PGM Indonesia dalam melakukan mitigasi bencana.
"Tidak bisa dipungkiri kerentanan bencana seperti banjir, gunung meletus, dan yang lainnya itu kemungkinan akan menjadi bagian dari kehidupan kita," ujarnya.
Asosiasi guru beserta masyarakat saling bahu membahu dalam membantu korban yang terdampak. Baik para guru dan murid serta masyarakat umum lainnya.
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Muhammad Zain menyampaikan belasungkawa kepada para penyintas gempa di Cianjur. Dia berharap agar kedepannya lebih antisipatif dalam menghadapi bencana gempa.
"Semoga ke depan kita bisa memberikan semacam kurikulum mitigasi bencana agar anak-anak kita, guru-guru kita bisa mengantisipasi kejadian serupa," kata Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Muhammad Zain dalam keterangannya, Jumat (16/12/2022).
Baca Juga:Sekjen DMI: Masjid Harus Inklusif, Bukan Tempat Gesekan Antargolongan
Dia mengungkapkan bahwa peristiwa ini tak dapat terelakan sebab Indonesia sebagai wilayah ring of fire atau cincin api. Tak luput juga ia mengapresiasi respon cepat Kankemenag Cianjur dan PGM Indonesia dalam melakukan mitigasi bencana.
"Tidak bisa dipungkiri kerentanan bencana seperti banjir, gunung meletus, dan yang lainnya itu kemungkinan akan menjadi bagian dari kehidupan kita," ujarnya.
Asosiasi guru beserta masyarakat saling bahu membahu dalam membantu korban yang terdampak. Baik para guru dan murid serta masyarakat umum lainnya.