6 Cara Sederhana Atasi Stres Kerja agar Produktivitas Tak Menurun
Redaksi
Sabtu, 17 Desember 2022 - 08:40 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Banyak orang meyakini bekerja sesuai passion akan terhindar dari perasaan tertekan dan selalu bersemangat. Padahal meski menjalani pekerjaan yang disukai, stres kerja tetap tak terhindarkan.
Dalam buku "Stres Kerja" (Dr Fajar Saranani, SE.,MS, Prof Dr Drs Margono Setiawan, SU., Dr Asraf, SE., MM) menjelaskan stres kerja sering menimbulkan masalah bagi tenaga kerja, baik pada kelompok eksekutif (white collar workers) maupun kelompok pekerja biasa (blue collar workers). Stres kerja dapat mengganggu kesehatan tenaga kerja, baik fisik maupunemosional.
Baca juga: Dahsyatnya Tahajud bagi Kesehatan: Batin Lebih Tenang, Stres Hilang
Sulivan dan Bhagat (1992) dalam studi mereka mengenai stres kerja (yang diukur dengan role ambiguity, role conflict, dan role overload) dan kinerja, pada umumnya ditemukan bahwa stres kerja berhubungan secara negatif dengan kinerja.
Masih dalam sumber yang sama, Hunter dan Thatcher (2007) menyatakan bahwa manajemen tidak peduli ketika tenaga kerja mengalami stres pada level rendah sampai sedang dalam jangka pendek.
"Karena level stres tersebut masih dapat meningkatkan kinerja karyawan yang lebih tinggi," terangnya.
Namun, tingkat stres kerja yang tinggi, atau stres kerja tingkat rendah dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan penurunan produktivitas kerja karyawan.
Dalam buku "Stres Kerja" (Dr Fajar Saranani, SE.,MS, Prof Dr Drs Margono Setiawan, SU., Dr Asraf, SE., MM) menjelaskan stres kerja sering menimbulkan masalah bagi tenaga kerja, baik pada kelompok eksekutif (white collar workers) maupun kelompok pekerja biasa (blue collar workers). Stres kerja dapat mengganggu kesehatan tenaga kerja, baik fisik maupunemosional.
Baca juga: Dahsyatnya Tahajud bagi Kesehatan: Batin Lebih Tenang, Stres Hilang
Sulivan dan Bhagat (1992) dalam studi mereka mengenai stres kerja (yang diukur dengan role ambiguity, role conflict, dan role overload) dan kinerja, pada umumnya ditemukan bahwa stres kerja berhubungan secara negatif dengan kinerja.
Masih dalam sumber yang sama, Hunter dan Thatcher (2007) menyatakan bahwa manajemen tidak peduli ketika tenaga kerja mengalami stres pada level rendah sampai sedang dalam jangka pendek.
"Karena level stres tersebut masih dapat meningkatkan kinerja karyawan yang lebih tinggi," terangnya.
Namun, tingkat stres kerja yang tinggi, atau stres kerja tingkat rendah dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan penurunan produktivitas kerja karyawan.