Kritik OTT KPK, Luhut: Cuma Buat Negara Jelek
Ummu hani
Selasa, 20 Desember 2022 - 20:15 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Dok. Kemenko Marves)
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marvest) Luhut Binsar Pandjaitan mengkritik cara kerja Operasi Tankap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia menilai OTT tidak baik bagi negara.
Luhut menilai digitalisasi di berbagai sektor akan membuat OTT terkait pidana korupsi tidak terjadi lagi.
"Kita nggak usah bicara tinggi-tinggilah. OTT-OTT ini kan nggak bagus sebenarnya, hanya buat negeri ini jelek banget. Tapi kalau kita digital life, siapa yang mau melawan kita," kata Luhut dalam acara Aksi Pencegahan Korupsi 2023-2024, Selasa (20/12/2022).
Baca Juga:KUHP Pangkas Hukuman Koruptor, Samad: Negara Seakan Berdamai dengan Korupsi
Luhut meminta agar KPK tidak kerap melakukan OTT. Menurutnya, ketika sistem digitalisasi berhasil, maka tidak ada pejabat yang berani melakukan korupsi.
Selain itu, Luhut menjelaskan, efisiensi dan digitalisasi merupakan kunci. Jadi, jika seseorang mau bekerja dengan hati, mereka bisa berhasil tanpa menjadi pencuri.
"Ya kalau hidup-hidup sedikit bisa lah. Kita mau bersih-bersih amat di surga sajalah kau. Jadi KPK pun jangan pula sedikit-sedikit tangkap. Ya lihat-lihatlah, tetapi kalau digitalisasi ini sudah jalan, menurut saya, (koruptor) enggak akan bisa main-main," ucap Luhut.
Luhut menilai digitalisasi di berbagai sektor akan membuat OTT terkait pidana korupsi tidak terjadi lagi.
"Kita nggak usah bicara tinggi-tinggilah. OTT-OTT ini kan nggak bagus sebenarnya, hanya buat negeri ini jelek banget. Tapi kalau kita digital life, siapa yang mau melawan kita," kata Luhut dalam acara Aksi Pencegahan Korupsi 2023-2024, Selasa (20/12/2022).
Baca Juga:KUHP Pangkas Hukuman Koruptor, Samad: Negara Seakan Berdamai dengan Korupsi
Luhut meminta agar KPK tidak kerap melakukan OTT. Menurutnya, ketika sistem digitalisasi berhasil, maka tidak ada pejabat yang berani melakukan korupsi.
Selain itu, Luhut menjelaskan, efisiensi dan digitalisasi merupakan kunci. Jadi, jika seseorang mau bekerja dengan hati, mereka bisa berhasil tanpa menjadi pencuri.
"Ya kalau hidup-hidup sedikit bisa lah. Kita mau bersih-bersih amat di surga sajalah kau. Jadi KPK pun jangan pula sedikit-sedikit tangkap. Ya lihat-lihatlah, tetapi kalau digitalisasi ini sudah jalan, menurut saya, (koruptor) enggak akan bisa main-main," ucap Luhut.