Muslim Harus Bisa Menjaga Lisan atau Sebaiknya Diam
Mahmuda attar hussein
Rabu, 21 Desember 2022 - 10:00 WIB
Muslim Harus Bisa Menjaga Lisan atau Sebaiknya Diam. (Foto: Pixabay).
Seorang muslim harus menjaga lisannya, bahkan dianjurkan untuk diam agar terhindar dari hal-hal buruk, di antaranya berbohong dan melukai perasaan orang lain.
Ustadz Joko Pramono dalam tulisannya berjudul Diam Itu Emas menjelaskan, di era digital saat ini mudah sekali untuk mengungkapkan isi hati dan pikiran. Sebab semua itu bukan hanya dituangkan lewat lisan, melainkan tulisan.
"Untuk diam sekarang semakin tidak mudah," ujar dia dimuat dalam laman resmi Ikatan Dai Indonesia dikutip Langit7 Rabu (21/12/2022).
Pilihan untuk diam sangat lah istimewa, bahkan disampaikan dalam hadist, Rasulullah bersabda yang artinya: "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam." (HR. Bukhari dan Muslim).
Baca Juga: Cara Hilangkan Sifat Pemarah, Diam Sebelum Menyesal
Ustadz Joko juga mengutip pernyataan Imam Asy-Syafi’i, "Jika seseorang menghendaki berbicara, maka sebelum dia berbiacra hendaklah berpikir. Itupun dengan syarat jika nampak jelas mashlahatnya. Namun jika ragu-ragu, maka lebih baik diam sampai jelas mashlahatnya." (Al-Adzkaar, 2/713-714, karya Imam An-Nawawi).
Sementara itu pendakwah Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri mengatakan, masalah yang tengah dihadapi kaum muslimin saat ini adalah mereka belajar untuk berbicara, tapi tidak belajar caranya untuk diam.
Ustadz Joko Pramono dalam tulisannya berjudul Diam Itu Emas menjelaskan, di era digital saat ini mudah sekali untuk mengungkapkan isi hati dan pikiran. Sebab semua itu bukan hanya dituangkan lewat lisan, melainkan tulisan.
"Untuk diam sekarang semakin tidak mudah," ujar dia dimuat dalam laman resmi Ikatan Dai Indonesia dikutip Langit7 Rabu (21/12/2022).
Pilihan untuk diam sangat lah istimewa, bahkan disampaikan dalam hadist, Rasulullah bersabda yang artinya: "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam." (HR. Bukhari dan Muslim).
Baca Juga: Cara Hilangkan Sifat Pemarah, Diam Sebelum Menyesal
Ustadz Joko juga mengutip pernyataan Imam Asy-Syafi’i, "Jika seseorang menghendaki berbicara, maka sebelum dia berbiacra hendaklah berpikir. Itupun dengan syarat jika nampak jelas mashlahatnya. Namun jika ragu-ragu, maka lebih baik diam sampai jelas mashlahatnya." (Al-Adzkaar, 2/713-714, karya Imam An-Nawawi).
Sementara itu pendakwah Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri mengatakan, masalah yang tengah dihadapi kaum muslimin saat ini adalah mereka belajar untuk berbicara, tapi tidak belajar caranya untuk diam.