Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home sosok muslim detail berita

5 Ustadz Populer di Media Sosial, Jamaahnya Online-nya Luar Biasa

haris budiman Senin, 03 Februari 2025 - 10:08 WIB
5 Ustadz Populer di Media Sosial, Jamaahnya Online-nya Luar Biasa
Gus Baha, meski tak memiliki akun media sosial tapi ia begitu populer di dunia maya. (via melihatindonesia.id)
LANGIT7.ID-Selain di mimbar-mimbar keagamaan, sejumlah ustadz juga memiliki popularitas luar biasa di media sosial.

Saking populernya, kemudian ada istilah jamaah online, diberikan kepada mereka yang mengikuti kajian mereka secara online.

Sebagai ustadz yang cukup populer di media sosial, mereka pun memahami bahwa media sosial juga bisa menjadi sarana dakwah efektif.

Siapa saja mereka?

1. Ustadz Hanan Attaki
Ustadz kelahiran Aceh, 31 Desember 1981 ini memiliki cara unik dalam berdakwah. Ia mendirikan gerakan Pemuda Hijrah yang aktif berdakwah di komunitas pemuda seperti anak punk, geng motor, skateboard, sepeda BMX, parkour, dan berbagai komunitas hobi lainnya.

Memiliki nama lengkap Tengku Hanan Attaki merupakan pendakwah muda yang menyampaikan ceramah dengan mendekatkan diri ke keseharian dan gaya anak-anak masa kini.

Sasaran dakwah Ustadz gaul ini memang ingin menyasar ke lingkaran paling luar, atau lingkaran ke tiga.

Menurut Haneen Akira, istri sekaligus manajer Ustadz Hanan Attaki yang sempat berbicara dengan Langit7 beberapa waktu lalu mengatakan, "Jika lingkaran pertama disebut orang-orang yang suka kajian. Kecintaan akan menuntut ilmu Islamnya tinggi, hadir di undangan kajian manapun dan sering ke masjid," ucap perempuan yang akrab disapa Teh Iin.

"Sudah banyak pendakwah yang menyasar ke sana," imbuhnya.

"Jika lingkaran kedua adalah orang-orang yang kadang hadir di kajian kalau dekat lokasinya, sesekali juga ke masjid untuk sholat berjamaah walau tidak tiap waktu sholat. Itu juga sudah banyak pendakwah yang menyentuh mereka." tambah Iin.

"Lingkaran ketiga adalah orang-orang yang jarang ke masjid dan jarang ke kajian, lebih suka kumpul-kumpul dan nongkrong dengan teman-temannya sambil mengisi waktu luang. Itulah orang-orang yang ingin kita sasar, untuk mengisi kekosongan dakwah di lingkaran terluar." kata Iin memberi alasan tujuan membidik jamaahnya.

Ustadz Hanan merupakan lulusan Pondok Pesantren Ruhul Islam Banda Aceh pada tahun 2000. Setelah itu dirinya mendapat beasiswa untuk kuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir dan mengambil jurusan Tafsir Al-Quran fakultas Ushuluddin, dan lulus pada tahun 2004.

2. Gus Iqdam

Memiliki nama asli Muhammad Iqdam, sosok ustadz muda ini populer ketika memulai mengadakan pengajian rutinan yang bertempat di Pondok Pesantren Mambaul Hikam II Karanganyar, Blitar setiap Senin malam.

Dari sana, ungkapan 'Dekengan Pusat' kemudian menjadi populer di kalangan jamaahnya. Dekengan Pusat di sini adalah dukungan langsung dari Allah swt.

Rutinan itu diiringi pembacaan shalawat grup hadrah Sabilu Taubah. Jamaah yang hadir pun bangga menyebut dirinya 'ST Nyell'.

Gus Iqdam memiliki nama asli Muhammad Iqdam. Nama itu sesuai yang ada di Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun akta kelahirannya. Sematan Kholid di akhir namanya merupakan nama abahnya yang kini telah meninggal.

Sebutan Gus yang melekat ke dirinya bukan tanpa alasan. Sebab dia adalah cucu dari kiai. Dikutip dari nu.or.id, kiai itu bernama Romo Kiai Zubaidil Abdul Ghofur.

Ia (Kiai Zubaidil Abdul Ghofur) ialah putra dari Kiai Ghofur yang merupakan pendiri Pesantren Mambaul Hikam Mantenan Blitar, salah satu pesantren tertua di Blitar barat sekaligus Mursyid Thoriqoh.

3. Habib Habib Husein Ja'far Al Hadar

Akrab disapa Habib Ja'far, sosok kelahiran Bondowoso, 21 Juni 1988 ini kini banyak mengisi pengajian melalui podcast-podcast dengan gaya bicara santai dan penuh canda.

Salah satu gaya khasnya adalah kopiahnya yang tidak sepenuhnya menutupi area kepala, tetapi dibiarkan sedikit untuk rambut bagian depannya.

Selain berdakwah, Habib Ja'far juga menulis sejumlah buku yang bertemakan anak muda, terutama buku soal psikologi Islam, bagaimana supaya kita tidak selalu over thinking.

Selain itu, Habib Ja'far juga menggunakan media sosialnya untuk berdakwah. Figur lulusan Pondok Pesantren YAPI di Bangil Jawa Timur ini memiliki banyak pengikut di media sosialnya.

Dari sisi pendidikan, Habib Ja'far melanjutkan pendidikannya ke Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dengan jurusan filsafat Islam setelah tamat mondok. Ia lalu melanjutkan pendidikan S2-nya di jurusan Akidah dan Filsafat Islam, kampus yang sama.

4. Ning Umi Laila

Di kalangan jamaah perempuan, ada ustadzah Ning Laila. Memiliki pengikut hingga 1 juta di Instagram, Ning Laila hadir membawa ceramah-ceramah yang segar, mudah dipahami anak-anak muda, dan juga kerap diselingi humor.

Ning Umi Laila tak hanya populer di media sosial, bahkan kajiannya sampai ke mal. Salah satunya saat ia mengisi kajian Bestie di salah satu mal di Kota Mojokerto, Jawa Timur.

5. Gus Baha

Ahmad Bahaudin Nur Salim atau akrab disapa Gus Baha. Sosok satu ini sebenarnya cukup unik, karena beliau tak memiliki akun media sosial.

Tapi jamaahnya kerap membagikan ceramah-ceramahnya melalui media sosial. Alhasil, Gus Baha pun menjadi salah satu ustadz atau pemuka agama yang memiliki banyak sekali jamaah online, meski dia sendiri tak mempunyai akun media sosial.

Medsos memang sudah mengubah saluran komunikasi. Dari yang dulunya hanya bisa bertemu, kini bisa secara online.(*)

(hbd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)