LANGIT7.ID, Jakarta - Ada cara untuk menghilangkan sifat pemarah sesuai
ajaran Nabi Muhammad SAW. Kaum muslimin dianjurkan bisa mengontrol emosi mereka sebelum menyesal nantinya.
Penceramah,
Ustadz Syafiq Riza Basalamah mengatakan, ada terapi yang bisa dilakukan seseorang dengan sifat pemarah. Terapi ini seperti yang diajarkan Rasulullah SAW kepada umatnya.
Lantas apa saja terapi itu? Berikut penjelasannya.
Baca Juga: 9 Ciri Orang Tidak Dewasa Secara Emosional, Salah Satunya Agresif1. Diam Dai 45 tahuh ini mengungkapkan, orang pemarah biasanya hanya akan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas dari lisannya. Sehingga Nabi memerintahkan orang yang marah untuk diam.
"Bisa jadi bila seorang suami marah pada istrinya, mungkin saja dia mengeluarkan kata untuk cerai," ujarnya.
2. DudukOrang yang marah saat dia berdiri, maka dianjurkan untuk duduk. Menurutnya, duduk bisa meredam emosi sesaat yang dikhawatirkan akan terlampau berlebihan.
"Jadi ini terapi agar kita tidak marah terus-menerus," ujarnya.
3. RebahanCara ini berlaku bagi mereka yang bila dalam duduknya masih ingin meluapkan emosi. Rebahan menjadi salah satu upaya lebih keras sebagai pertahanan dari luapan emosi sesaat.
4. Alihkan perhatianAnggota Dewan Fatwa Perhimpunan Al-Irsyad ini juga mengatakan, amarah bisa dialihkan kepada sesuatu yang bermanfaat dan bernilai pahala. Misalnya dengan memerintahkan orang-orang muslim yang tidak salat.
"Ini adalah cara untuk menyalurkan amarah, tapi dengan nilai yang baik. Jadi daripada memarahi anak dan istri, lebih baik dialihkan untuk menegur kaum muslimin yang masih belum mau salat," jelasnya.
5. DoaPemarah merupakan tabiat yang masih bisa diubah menjadi lebih baik. Salah satunya dilakukan melalui doa dan bermohon kepada Allah SWT agar menjadi insan yang lebih baik.
"Marah itu sifat buruk, bahkan ada risiko masuk neraka. Jadi jangan biasakan, tahan ketika marah maka surga adalah hadiahnya. Sebab, marah itu datangnya dari setan," ujarnya.
(bal)