Insentif Kendaraan Listrik, Dosen IPB: Baiknya Fokus Transportasi Publik
Mahmuda attar hussein
Rabu, 21 Desember 2022 - 12:00 WIB
Insentif Kendaraan Listrik, Dosen IPB: Fokus Transportasi Publik. (Foto: Istimewa).
Pemberian insentif bagi pembeli kendaraan listrik menuai pro kontra sejumlah kalangan. Pertimbangannya belum ada urgensi untuk kebutuhan subsidi tersebut.
Pengamat ekonomi sekaligus dosen IPB, Eisha M Rachbini mengatakan, insenstif yang diberikan pemerintah itu tidak sepenuhnya buruk. Sebab, bisa mendorong pertumbuhan perekonomian di Tanah Air.
"Subsidi kendaraan listrik kaitannya untuk mendorong produksi baterai dan logistik di Indonesia yang diharapkan mampu menciptakan demand," katanya dalam Diskusi Publik: Evaluasi Akhir Tahun Bidang Ekonomi dan Keuangan Negara, yang diikuti Langit7, Selasa, (20/12/2022).
Adapun besaran insentif yang bakal diberikan pun beragam, yakni Rp80 juta untuk mobil listrik, Rp40 juta untuk mobil hibrida, Rp8 juta untuk motor listrik, dan Rp5 juta untuk motor konversi.
Baca Juga: Soal Subsidi Kendaraan Listrik, Legislator Sebut Pemerintah Tidak Adil
Dengan adanya subsidi, lanjut dia, maka demand diharapkan naik dan investasi bisa masuk. Sehingga industri terkait kendaraan listrik di Tanah Air bisa berkemajuan karena demand yang tercipta.
"Jadi industrinya bisa berkembang kalau ada demand," kata Kepala Center of Digital Economy and SMEs Indef ini.
Pengamat ekonomi sekaligus dosen IPB, Eisha M Rachbini mengatakan, insenstif yang diberikan pemerintah itu tidak sepenuhnya buruk. Sebab, bisa mendorong pertumbuhan perekonomian di Tanah Air.
"Subsidi kendaraan listrik kaitannya untuk mendorong produksi baterai dan logistik di Indonesia yang diharapkan mampu menciptakan demand," katanya dalam Diskusi Publik: Evaluasi Akhir Tahun Bidang Ekonomi dan Keuangan Negara, yang diikuti Langit7, Selasa, (20/12/2022).
Adapun besaran insentif yang bakal diberikan pun beragam, yakni Rp80 juta untuk mobil listrik, Rp40 juta untuk mobil hibrida, Rp8 juta untuk motor listrik, dan Rp5 juta untuk motor konversi.
Baca Juga: Soal Subsidi Kendaraan Listrik, Legislator Sebut Pemerintah Tidak Adil
Dengan adanya subsidi, lanjut dia, maka demand diharapkan naik dan investasi bisa masuk. Sehingga industri terkait kendaraan listrik di Tanah Air bisa berkemajuan karena demand yang tercipta.
"Jadi industrinya bisa berkembang kalau ada demand," kata Kepala Center of Digital Economy and SMEs Indef ini.