Respons Pernyataan Luhut Soal OTT KPK, Novel Baswedan Beri Jawaban Menohok
Ummu hani
Kamis, 22 Desember 2022 - 18:25 WIB
Eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. (Foto: AP/A. Ibrahim)
Eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan merespons pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan yang mengkritik operasi tangkap tangan (OTT). Luhut menyebut OTT yang dilakukan KPK hanya membuat citra negara menjadi jelek.
Novel lantas mempertanyakan komitmen para pejabat atas pemberantasan korupsi. "Semoga tidak banyak pejabat yang tidak paham tentang pentingnya pemberantasan korupsi. Atau jangan-jangan dianggap tidak penting?" ujar Novel Baswedandi twitter pribadinya @nazaqistha, Kamis (21/12/2022).
Selain itu, Novel turut memberikan tanggapan menohok terkait pernyataan Menko Polhukam, Mahfud MD yang sepakat dengan Luhut. Menurut Novel, dengan cara OTT mampu mengungkap kasus suap yang merupakan induk korupsi.
Baca Juga:Mahfud MD Dukung OTT KPK Sambil Tutup Celah Korupsi Melalui Penguatan Digitalisasi
"OTT bisa ungkap kasus korupsi secara telak, pelaku tidak bisa mengelak. OTT bisa menyasar pejabat siapa saja, kalau sudah tertangkap sulit ditolong atau diselamatkan," kata Novel.
"Karena penangkapan OTT persis saat berbuat, buktinya lengkap. Barangkali hal ini yg membuat banyak "calon koruptor" takut. Mestinya tok perlu takut, cukup jangan berbuat korupsi, jadi tak akan kena OTT," tambah Novel.
Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan sempat mengkritik cara kerja OTT yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Luhut menilai cara tersebut tidak baik dan hanya akan membuat citra negara menjadi jelek.
Novel lantas mempertanyakan komitmen para pejabat atas pemberantasan korupsi. "Semoga tidak banyak pejabat yang tidak paham tentang pentingnya pemberantasan korupsi. Atau jangan-jangan dianggap tidak penting?" ujar Novel Baswedandi twitter pribadinya @nazaqistha, Kamis (21/12/2022).
Selain itu, Novel turut memberikan tanggapan menohok terkait pernyataan Menko Polhukam, Mahfud MD yang sepakat dengan Luhut. Menurut Novel, dengan cara OTT mampu mengungkap kasus suap yang merupakan induk korupsi.
Baca Juga:Mahfud MD Dukung OTT KPK Sambil Tutup Celah Korupsi Melalui Penguatan Digitalisasi
"OTT bisa ungkap kasus korupsi secara telak, pelaku tidak bisa mengelak. OTT bisa menyasar pejabat siapa saja, kalau sudah tertangkap sulit ditolong atau diselamatkan," kata Novel.
"Karena penangkapan OTT persis saat berbuat, buktinya lengkap. Barangkali hal ini yg membuat banyak "calon koruptor" takut. Mestinya tok perlu takut, cukup jangan berbuat korupsi, jadi tak akan kena OTT," tambah Novel.
Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan sempat mengkritik cara kerja OTT yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Luhut menilai cara tersebut tidak baik dan hanya akan membuat citra negara menjadi jelek.