LANGIT7.ID, Jakarta - Menkopolhukam
Mahfud MD mengaku mendukung pernyataan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengenai penguatan digitalisasi. Menurutnya, digitalisasi bukan berarti meminimalisir operasi tangkap tangan (OTT) terduga korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Saya sejak dulu mendukung OTT oleh KPK. Bahkan sampai saat ini. Tapi juga mendukung upaya minimalisasi OTT dengan menutup celah korupsi melalui digitalisasi. Itu, kan baik,” kata Mahfud dalam pernyataan di media sosialnya, Rabu (21/12/2022).
Mahfud mengatakan, pemerintah tidak melarang adanya tindakan OTT oleh KPK. Bahkan, menurutnya, salah satu prestasi menonjol dari KPK adalah banyaknya OTT yang digelar.
Baca juga: KPK Geledah Ruang Gubernur dan Wagub Jatim, Khofifah-Emil Kooperatif “Tapi dengan tanpa melarang dan tetap mendukung OTT, tentu upaya meminimalisir OTT juga sangat bagus, yakni menutup celah bagi korupsi melalui digitalisasi aplikasi dalam penentuan proyek-proyek APBN/APBD seperti yang dikatakan oleh Pak LBP (Luhut),” kata
Menkopolhukam.
“Jadi mari kita dukung OTT oleh KPK, tapi kita dukung juga upaya memininalisir OTT dgn menutup celah korupsi melalui digitalisasi,” imbuh Mahfud seraya menambahkan bahwa mendukung digitalisasi guna meminimalisir OTT tak harus diartikan menghentikan OTT.
“Menurut saya, setiap upaya menutup celah korupsi adalah bagus. Tapi sebelum ada bukti bahwa upaya menutup celah korupsi itu efektif, OTT harus tetap jalan.”
Sebelumnya, dalam acara Peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi 2023-2024, Menko Marves Luhut mengatakan bahwa OTT yang dilakukan KPK membuat citra negara jelek. OTT-OTT itu kan enggak bagus sebenarnya, buat negeri ini jelek banget, tapi kalau kita digitalize siapa yang mau lawan kita," ujar Luhut dalam paparannya.
Luhut menilai OTT yang kerap dilakukan komisi antirasuah justru berdampak buruk. Sehingga, ia bilang, seluruh pengadaan sebaiknya didigitalisasi agar pencegahan korupsi bisa dilakukan.
Baca juga: Situs UGM Disusupi Judi Online, Pakar Siber: Pentingnya Penetration Test Rutin "Bukan (OTT-nya) jelek. Ya jelek buat kita dong, karena kita bikin peluang ada OTT. Kalau semua sudah digitalize kan enggak mungkin lagi ada OTT, bagus kan," kata Luhut kepada wartawan menjelaskan maksudnya.
(sof)