Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 06 Maret 2026
home global news detail berita

Heboh Lagi, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan

tim langit 7 Selasa, 03 Maret 2026 - 13:35 WIB
Heboh Lagi, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan
LANGIT7.ID-Jakarta; Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang mengguncang jagat politik nasional. Kali ini, Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, diamankan tim penyidik dalam sebuah operasi senyap yang berlangsung di Jawa Tengah pada Selasa (3/3/2026) pagi. Penangkapan putri dari pedangdut legendaris A. Rafiq ini menambah daftar panjang kepala daerah yang terjerat kasus korupsi .

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyatakan bahwa Fadia beserta sejumlah pihak lainnya langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, salah satunya Bupati. Tim kemudian membawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Budi Prasetyo dalam keterangan resminya, Selasa .

Meski demikian, KPK masih enggan membeberkan detail perkara maupun barang bukti yang diamankan dalam operasi tersebut. Lembaga antirasuah memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum Fadia, apakah akan dinaikkan sebagai tersangka atau tidak .

Penyegelan di Lingkungan Pemkab Pekalongan

Tak lama setelah penangkapan, suasana di kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan mendadak lengang. Penyidik KPK memasang segel di sejumlah ruangan vital, menandai area yang masuk dalam pengawasan lembaga antikorupsi tersebut .

Berdasarkan pantauan di lokasi, ruang kerja Bupati Pekalongan menjadi salah satu yang pertama disegel. Selain itu, kantor Sekretaris Daerah (Sekda) dan setidaknya delapan ruangan dinas lainnya turut dipasangi segel bertuliskan "Dalam Pengawasan KPK" .

Beberapa ruangan yang ikut disegel antara lain:

· Ruang Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop-UKM)
· Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)
· Bagian Umum dan Bagian Perekonomian
· Ruang Prokompim
· Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Lingkungan Hidup (Dinperkim LH)
· Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU dan Taru)

Sejumlah pegawai di lingkungan Pemkab tampak enggan berkomentar. Seorang pejabat di lingkungan Dinkop-UKM yang meminta identitasnya dirahasiakan hanya membenarkan adanya penyegelan tersebut. "Memang ada penyegelan di ruangan kepala dinas. Untuk detailnya, kami belum bisa menyampaikan," ujarnya singkat .

Sementara itu, di halaman Polres Pekalongan Kota, terparkir lima unit kendaraan dinas berpelat merah milik Pemkab Pekalongan sejak pukul 09.05 WIB. Diduga kuat para pejabat pemegang kendaraan tersebut tengah menjalani pemeriksaan intensif di dalam gedung Polres .

Heboh Lagi, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan

Lokasi Penangkapan di Hotel Semarang

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan bahwa Fadia Arafiq diamankan di salah satu hotel di kawasan Simpang Lima, Kota Semarang. Dari lokasi tersebut, ia langsung digelandang tim penyidik KPK menuju Jakarta tanpa banyak diketahui publik .

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai nominal uang yang diamankan maupun konstruksi perkara korupsi yang menjerat orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan tersebut .

Reaksi Partai Golkar: Prihatin dan Hormati Proses Hukum

Penangkapan kadernya yang juga menjabat sebagai Bupati Pekalongan mendapat respons cepat dari Partai Golkar. Baik dari tingkat daerah maupun pusat, partai berlambang pohon beringin itu menyatakan keprihatinan dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada KPK .

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima informasi mengenai penangkapan tersebut. Ia meminta publik untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan terkait detail perkara yang menjerat Fadia.

"Kami menghargai proses hukum yang dilakukan oleh KPK. Kita tunggu saja hasil dari proses penyelidikan dalam 1x24 jam dari KPK. Kami masih menunggu konfirmasi langsung serta status hukum tetap dari penyidik dalam waktu 24 jam ke depan sesuai prosedur yang berlaku," kata Saleh kepada Kompas.com .

Terkait kemungkinan pendampingan hukum, Saleh menyebut pihaknya belum mengambil langkah lebih jauh. Partai akan menunggu permintaan resmi dari yang bersangkutan sebelum menerjunkan tim hukum untuk mendampingi proses pemeriksaan di Jakarta.

"Tunggu Bu Fadia jika memang membutuhkan pendampingan hukum. Saya juga baru dapat kabar dari media online belum tahu detail persoalannya," imbuhnya .

Senada dengan Saleh, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji menyatakan keprihatinan dan penyesalan atas kejadian ini. Ia sekaligus mengingatkan seluruh kader untuk menjalankan amanat pemerintahan sesuai koridor yang benar.

"Kami tentu saja prihatin dan menyesal atas kejadian ini. Sekaligus kami meminta dengan sangat kepada seluruh kader yang memegang amanat pemerintahan untuk menjalankan pemerintahan sesuai koridor tata pemerintahan yang baik," tegas Sarmuji .

Mengenai bantuan hukum, Sarmuji menyatakan Golkar memiliki lembaga bantuan hukum yang dapat diakses siapa pun, termasuk Fadia jika membutuhkan .

Profil Fadia Arafiq: Dari Panggung Dangdut ke Kursi Bupati

Penangkapan ini menghentak publik karena Fadia Arafiq memiliki perjalanan karier yang unik dan penuh warna. Lahir di Jakarta pada 23 Mei 1978, ia tumbuh dalam keluarga seniman sebagai putri dari pedangdut legendaris A. Rafiq. Sebelum terjun ke dunia politik, Fadia lebih dulu dikenal sebagai penyanyi dangdut yang populer lewat lagu "Cik Cik Bum Bum" pada awal tahun 2000-an .

Namun, dunia seni ternyata hanya tahap awal dari perjalanan panjangnya. Fadia kemudian memilih menempuh pendidikan formal secara serius. Ia menyelesaikan pendidikan tinggi di bidang manajemen, meraih gelar sarjana dan magister, bahkan melanjutkan hingga jenjang doktoral. Pendidikan itu menjadi bekal ketika ia memasuki ranah politik dan pemerintahan .

Karier politik Fadia dimulai ketika ia terpilih sebagai Wakil Bupati Pekalongan periode 2011–2016. Dari posisi itu, kariernya terus menanjak hingga akhirnya ia meraih jabatan puncak sebagai Bupati Pekalongan untuk dua periode .

Selama menjabat, ia dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk santunan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas. Namun, semua citra itu kini terancam sirna oleh operasi tangkap tangan KPK .

Menariknya, Fadia bukan satu-satunya anggota keluarga A. Rafiq yang berurusan dengan kasus korupsi. Saudara kandungnya, Farhad A. Rafiq atau yang dikenal sebagai Fadh El Fouz, tercatat sebagai mantan narapidana kasus korupsi proyek pengadaan kitab suci Al-Qur'an dan pengadaan laboratorium komputer MTs di Kementerian Agama pada tahun 2011-2012 .

Perkembangan Terkini

Hingga Selasa sore, Fadia Arafiq masih dalam perjalanan menuju Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. Penyidik KPK akan melakukan pemeriksaan intensif terhadap yang bersangkutan selama 1x24 jam ke depan sebelum menentukan status hukumnya .

Masyarakat Pekalongan sendiri tampak terkejut dengan peristiwa ini. Pasangan suami istri yang baru saja dilantik untuk periode kedua ini sebelumnya dikenal cukup aktif dalam pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan publik di wilayahnya .

KPK sendiri sepanjang tahun 2026 telah melakukan setidaknya tujuh operasi tangkap tangan. OTT terhadap Fadia Arafiq menjadi yang ketujuh sekaligus menjadi pengingat bahwa bulan Ramadan tidak menyurutkan langkah KPK dalam memberantas korupsi di negeri ini(*/saf)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 06 Maret 2026
Imsak
04:33
Shubuh
04:43
Dhuhur
12:07
Ashar
15:08
Maghrib
18:13
Isya
19:22
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)