LANGIT7.ID-Jakarta; Peringatan keras membayangi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait potensi risiko hukum akibat kebijakan yang ia ambil. Imanuel Ebenezer, atau yang populer dengan sapaan Noel, menyebut bahwa langkah-langkah Bendahara Negara tersebut telah mengusik kepentingan para elite serta pemain besar di Indonesia.
Menurut Noel, meskipun kebijakan Purbaya dinilai positif bagi negara, hal itu justru menempatkan posisinya dalam bahaya. Terdakwa kasus pemerasan sertifikasi K3 tersebut mengeklaim memiliki informasi akurat mengenai situasi yang sedang dihadapi sang menteri.
"Hati-hati Pak Purbaya. Beliau punya kebijakan begitu bagus, tapi banyak elit akan terganggu. Karena banyak pemain-pemain liar di republik ini dengan kebijakan Pak Purbaya mereka sangat terganggu," ujar Noel.
Noel juga menanggapi apresiasi yang sebelumnya diberikan oleh lembaga antirasuah kepada Purbaya. Ia memperingatkan bahwa pujian tersebut bisa berubah menjadi tindakan hukum yang nyata dalam waktu dekat.
"Informasi A1 saya tinggal sejengkal lagi Pak Purbaya. Apalagi kemarin KPK bilang saya angkat topi ke Pak Purbaya. Lama-lama Pak Purbaya akan angkat koper dari rumahnya untuk ke KPK. Itu pesannya," ujar dia.
Selain memberikan peringatan kepada Menteri Keuangan, Noel turut melancarkan kritik terhadap pola penegakan hukum di tanah air. Kritik tersebut disampaikan melalui sebuah lagu berjudul OTT Bocil yang liriknya menyindir aparat karena dianggap hanya menyasar pelaku korupsi skala kecil.
Operasi tipu-tipu... Konten yang kau buat oh jagonya. Maling kelas teri, bandit kelas coro, itu yang kau tangkap. Giliran yang kelas kakap enggak pernah kau ungkap apalagi kau tangkap. Sebut namaku... Bocil... Bocil, demikian bunyi lirik yang didendangkan Noel.
Melalui gubahan lagu tersebut, Noel menuding bahwa aparat penegak hukum cenderung tumpul ketika harus berhadapan dengan koruptor kelas kakap, namun sangat tajam saat menangani pelaku kriminal kelas rendah.
(lam)