MUI: Indonesia jadi Sorotan Sebagai Ikon Perdamaian Dunia
Andi Muhammad
Kamis, 22 Desember 2022 - 21:35 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Negara Republik Kesatuan Indonesia (NKRI) memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan negara. Masyarakat Indonesia dengan latar belakang agama beragam mampu hidup rukun berdampingan.
Wakil Ketua Umum MUI, KH Marsudi Syuhud menyebut, Indonesia menjadi sorotan sebagai ikon perdamaian dunia, terutama bagi negara Timur Tengah yang tak usai dengan konflik bersenjata hingga saat ini.
“Negara yang berperang itu tidak berkurang melainkan terus bertambah dan mayoritas negara perang itu ternyata negara muslim,” kata Marsudi dalam keterangannya, Kamis (22/12/2022).
Baca Juga:Ancaman Resesi 2023 Menambah Panjang Derita Perekonomian Global
Pernyataan ini disampaikan dalam dialog bertema 'Memperkuat Ukhuwah untuk Menciptakan Perdamaian'. Dia melanjutkan, dalam berbangsa harus membangun dan merangkul satu sama lain demi kedaulatan negara, bukan menimbulkan konflik memecah belah.
Marsudi menyarankan untuk menjadikan masa lalu sebagai evaluasi agar kedepannya dapat menjadi lebih baik lagi. Dengan menganalisis masalah yang baik, resiko dan tantangan di masa mendatang dapat terantisipasi.
“Sebagai wadah MUI untuk bersuara di kancah internasional, Komisi HLNKI harus memiliki inisiatif untuk terus maju dan merancang peta program sehingga memiliki target jelas,” jelas dia.
Wakil Ketua Umum MUI, KH Marsudi Syuhud menyebut, Indonesia menjadi sorotan sebagai ikon perdamaian dunia, terutama bagi negara Timur Tengah yang tak usai dengan konflik bersenjata hingga saat ini.
“Negara yang berperang itu tidak berkurang melainkan terus bertambah dan mayoritas negara perang itu ternyata negara muslim,” kata Marsudi dalam keterangannya, Kamis (22/12/2022).
Baca Juga:Ancaman Resesi 2023 Menambah Panjang Derita Perekonomian Global
Pernyataan ini disampaikan dalam dialog bertema 'Memperkuat Ukhuwah untuk Menciptakan Perdamaian'. Dia melanjutkan, dalam berbangsa harus membangun dan merangkul satu sama lain demi kedaulatan negara, bukan menimbulkan konflik memecah belah.
Marsudi menyarankan untuk menjadikan masa lalu sebagai evaluasi agar kedepannya dapat menjadi lebih baik lagi. Dengan menganalisis masalah yang baik, resiko dan tantangan di masa mendatang dapat terantisipasi.
“Sebagai wadah MUI untuk bersuara di kancah internasional, Komisi HLNKI harus memiliki inisiatif untuk terus maju dan merancang peta program sehingga memiliki target jelas,” jelas dia.