World Peace Forum ke-9 menyoroti nilai wasathiyah dalam Islam dan filsafat Tionghoa sebagai kunci perdamaian global. Para tokoh dunia menekankan pendidikan dan spiritualitas sebagai dasar kemanusiaan yang seimbang.
Menurut dia, Islam berada di pertengahan, artinya menyeimbangkan antara perkara dunia dan akhirat. Oleh karena itu, hadirnya Islam moderat atau wasatiyyah dapat menangkal radikalisme ataupun ekstremisme.
Akhir tahun merupakan momentum untuk mengoreksi terkait permasalahan umat. Hal ini perlu dilakukan sebagai tolok ukur kesiapan negara di masa depan dengan cita-cita perdamaian.
Chairman Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC) Din Syamsuddin menyatakan masalah yang paling mendesak diselesaikan saat ini adalah ketiadaan perdamaian.
Chairman Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC) Din Syamsuddin berharap World Fulcrum of Wasatiyat Islam akan menjadi gerakan global yang didukung para figur muslim dari berbagai negara.
JK menyebutkan, jumlah masjid di Asean diperkirakan mencapai 900 ribu, atau jika dipersentasekan secara rata-rata, maka setiap 300 orang itu bisa ditampung dalam satu masjid.
Adib menargetkan, 17 imam masjid akan berangkat pada awal Juni 2022 mendatang. Hal ini, kata dia, mengingat beberapa imam sudah memberikan konfirmasi terkait hasil MCU dan kelengkapan berkas.
Muti menceritakan, menurut pengalamannya, keberadaan masjid Indonesia di Inggris, terutama London sangat penting bagi komunitas maupun diaspora Indonesia.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Muslim World League (MWL atau Rabithah 'Alam Islamiy), Muhammad Al-Issa memuji Indonesia sebagai negara teladan yang perlu ditiru oleh setiap negara di dunia, karena mampu menjaga keharmonisan di tengah keanekaragaman etnik, budaya dan agama.