Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Din Syamsuddin: Ketiadaan Perdamaian Masalah Paling Mendesak Diselesaikan

Fifiyanti Abdurahman Selasa, 01 November 2022 - 09:02 WIB
Din Syamsuddin: Ketiadaan Perdamaian Masalah Paling Mendesak Diselesaikan
Ilustrasi masyarakat dunia menuntut perdamaian dan menghentikan peperangan. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Chairman Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC) Din Syamsuddin menyatakan masalah yang paling mendesak diselesaikan saat ini adalah ketiadaan perdamaian.

Menurut Din Syamsuddin, definisi ketiadaan perdamaian adalah adanya ketegangan dan konflik, sebab egosentrisme yang menonjol baik dari agama, bangsa, hingga politik.

"Ini berpangkal dari sistem dunia yang mendorong kerusakan-kerusakan seperti saat ini. Karena sistem dunia itu liberal dan sekuler, mendorong arus liberalisasi ekonomi, politik, dan budaya," ujar Din Syamsuddin di Jakarta, dikutip Selasa (1/11/2022).

Baca juga: Din Syamsuddin Harap Wasatiyat Islam Jadi Gerakan Global

Din melanjutkan, jalan keluar dari masalah tersebut yakni dengan mengubah sistem dunia.

"Inilah ambisi kita muslim dunia baru yang berbasis pada Human Fraternity and the Middle Path. Bisa nggak kita rumuskan menjadi ideologi dunia baru? Kalau saya optimistis, baik dari masyarakat maupun negara. Negara mesti terlibat. Kita punya modal dari Islam, dari Indonesia untuk mengarusutamakan," katanya.

Kemudian, Din juga menyinggung global injustice atau ketidakadilan global dan standar ganda sebagai masalah lain dari perdamaian dunia. Menurut Din, hal ini termasuk yang memicu ketiadaan perdamaian hingga kepada konflik bersenjata.

"Harus muncul kelompok tokoh dunia yang menimbulkan ledakan dahsyat seperti Soekarno dan beberapa kanannya. Dulu gerakan Asia Afrika, Soekarno dan lainnya untuk tingkat tertentu, berhasil gerakan non-blok itu," ucapnya.

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa Indonesia harus ikut berperan aktif dan memiliki visi jauh ke depan. Karena itu, lanjut Din, pemimpin Indonesia harus visioner atau memiliki visi global kemanusiaan.

Baca juga: Din Syamsuddin Ajak Umat Lintas Agama Kolaborasi Bangun Peradaban Baru

"Memiliki visi global kemanusiaan, nanti dengan posisinya sebagai kepala negara bisa menggerakkan. Seperti Soekarno dulu. Indonesia tidak bisa diatur dengan visi picisan," pungkasnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)