LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations,
Din Syamsuddin, mengajak umat lintas agama untuk bekerja sama membangun peradaban dunia baru pasca pandemi. Hal tersebut disampaikan Din Syamsuddin dalam pidatonya di Konferensi Internasional Komunitas Sant'Egidio di Roma.
Dalam pidatonya, Din Syamsuddin mengatakan bahwa pandemi adalah bentuk musibah yang merupakan takdir Ilahi, tetapi merupakan akibat ulah insani. Din mengutip ayat Al-Qur'an Surah Ar-Rum Ayat 41 bahwa "telah nyata kerusakan di darat dan di laut akibat perbuatan manusia, maka Allah SWT akan merasakan sedikit dari apa yg mereka perbuatkan agar mereka kembali".
Baca Juga: Jepang Pernah Ingin Jadi Penyelamat Dunia Islam Saat Perang Dunia"Pandemi Covid-19 adalah kejadian luar biasa yang perlu dijadikan pelajaran. Untuk itu, umat dari berbagai agama harus mengambil hikmah dari musibah, yaitu membangun solidaritas atas dasar persaudaraan kemanusiaan," kata Din dalam keterangan yang diterima Langit7.id, Selasa (25/10/2022).
Menurut Din, kolaborasi
lintas agama adalah suatu kemustian. Karena tidak ada satu kelompok agama yang bisa mengatasi masalah sendiri, tapi harus dalam bentuk kerjasama.
"
Kolaborasi lintas agama tidak berarti mencampuradukkan keyakinan agama, tetapi kolaborasi mengambil bentuk kerja sama kemanusiaan. Sejatinya, agama diturunkan untuk umat manusia dan kemanusiaan," ujar eks Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.
Selain itu, Din mengatakan kolaborasi lintas agama bukanlah hal baru. Misalnya di Indonesia, Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) sering bekerja sama dengan Catholic Relief Service, World VIsion (Protestan) Buddha Tzechi, dan masih banyak lainnya.
Baca Juga: Civitas Al-Hamidiyah Deklarasi Anti Kekerasan dan Perundungan"Kini, saatnya umat berbagai agama perlu mengembangkan kerja sama dalam menanggulangi akibat pandemi, dan membangun peradaban dunia baru pasca pandemi," tutur Din selaku Chairman of World Peace Forum (Forun Perdamaian Dunia).
Sebagai informasi, Konferensi Internasional Komunitas Sant'Egidio berlangsung di La Nuvola atau Rome Convention Centre, Roma. Konferensi tersebut mengangkat tema 'The Cry for Peace/Il Grido della Pace (Jeritan untuk Perdamaian) yang dihadiri 300 peserta dari berbagai agama di beberapa negara serta ribuan pengembira anggota Komunitas Sant'Egidio dari berbagai negara.
Upacara pembukaan dihadiri Presiden Italia Sergio Mattarella, Presiden Prancis Emmanuel Macron, serta Sekjen Liga Muslim Sedunia Dr. Muhammad Abdul Karim Al-Isa. Sementara dari Indonesia turut hadir Wakil Ketua Umum MUI KH Dr. Marsudi Syuhud.
Baca Juga:
Saudi Hapus Syarat Kesehatan dan Batasan Usia Jamaah Umrah Indonesia
Menilik Gaji Aa Gym Sebagai Dewan Komisaris Induk Perusahaan Elzatta(asf)