Gubernur Jateng Bolehkan SMA/SMK Gelar PTM, Tapi Sebatas Uji Coba
Arif purniawan
Ahad, 22 Agustus 2021 - 23:00 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: Humas Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membolehkan SMA/SMK atau sederajat di kabupaten/kota yang menyandang status PPKM level 3 untuk menggelar pembelajaran tatap muka, tapi hanya sebatas uji coba terlebih dulu. Selain itu, sekolah juga harus mengajukan izin ke provinsi.
“Kenapa ini penting? Karena agar kita bisa melakukan kontrol,” kata Ganjar Pranowo, Minggu (22/8).
Ia beralasan, persyaratan semacam ini sudah menjadi keharusan dalam situasi pandemi sehingga langkah cepat bisa diambil jika dikemudian hari terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Seperti bagaimana peralatannnya, bagaimana cara mengajar dan berapa rasio siswa dalam satu kelas, itu sudah diatur.
“Pertimbangkan data epidomologis, untuk menentukan sekolah mana yang bisa menggelar uji coba PTM. Sehingga di area-area sekitar itu adalah areal yang relatif aman karena anak ini anak-anak kita. Jangan sampai nanti kita slah melangkah kemudian mereka tertular, itu dihindari,” ujarnya.
Baca juga:Olah Sedimen Rawa Jadi Gas, Desa di Banjarnegara Diapresiasi Gubernur Jateng
Pihaknya akan bersikap tegas terhadap sekolah yang membandel, dengan tidak mengajukan izin terlebih dulu, tapi nekat menggelar pembelajaran tatap muka. Untuk sekolah yang tidak mengikuti instruksi, akan diambil tindakan tegas oleh provinsi.
“Seringkali mereka memang nekat tidak melapor merasa dirinya bisa dan sebagainya itu bahaya. Kalau mereka tidak berizin, jangan melakukan dulu, kalau tidak kita tutup nanti. Kita minta pulang semuanya,” ucapnya.
“Kenapa ini penting? Karena agar kita bisa melakukan kontrol,” kata Ganjar Pranowo, Minggu (22/8).
Ia beralasan, persyaratan semacam ini sudah menjadi keharusan dalam situasi pandemi sehingga langkah cepat bisa diambil jika dikemudian hari terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Seperti bagaimana peralatannnya, bagaimana cara mengajar dan berapa rasio siswa dalam satu kelas, itu sudah diatur.
“Pertimbangkan data epidomologis, untuk menentukan sekolah mana yang bisa menggelar uji coba PTM. Sehingga di area-area sekitar itu adalah areal yang relatif aman karena anak ini anak-anak kita. Jangan sampai nanti kita slah melangkah kemudian mereka tertular, itu dihindari,” ujarnya.
Baca juga:Olah Sedimen Rawa Jadi Gas, Desa di Banjarnegara Diapresiasi Gubernur Jateng
Pihaknya akan bersikap tegas terhadap sekolah yang membandel, dengan tidak mengajukan izin terlebih dulu, tapi nekat menggelar pembelajaran tatap muka. Untuk sekolah yang tidak mengikuti instruksi, akan diambil tindakan tegas oleh provinsi.
“Seringkali mereka memang nekat tidak melapor merasa dirinya bisa dan sebagainya itu bahaya. Kalau mereka tidak berizin, jangan melakukan dulu, kalau tidak kita tutup nanti. Kita minta pulang semuanya,” ucapnya.