Pemilu 2024
Tangkal Berita Hoaks, Dewan Pers Bakal Gelar Pelatihan Liputan Politik
Ummu hani
Jum'at, 23 Desember 2022 - 21:21 WIB
Ilustrasi lambang dewan pers. (Foto: Istimewa)
Dewan Pers bakal menggelar pelatihan liputan politik jelang pemilihan umum (Pemilu) 2024 mendatang. Pelatihan itu ditujukan untuk merespons pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait maraknya konten negatif di media sosial.
Anggota Dewan Pers, Sapto Anggoro mengatakan pelatihan ini akan diikuti oleh jurnalis dari seluruh Indonesia. Adapun pelatihan dimaksudkan untuk mengedukasi para jurnalis agar memberikan informasi yang sebenar-benarnya.
"Menjelang hajatan politik, Dewan Pers akan bekerjasama dengan banyak pihak untuk melakukan pelatihan liputan politik, termasuk pelatihan cek fakta, debunking dan prebunking. Bisa (diikuti jurnalis seluruh Indonesia) nanti kita kerjasama dengan konstituen. sebagai bentuk tanggung jawab pers terhadap pembaca," kata Sapto kepada Langit7.id, Jumat (23/12/2022).
Baca Juga:Eks Ketua KPK Luncurkan Cek Pemilu Pantau Reputasi Caleg
Sapto menilai tak sedikit pihak memanfaatkan ruang digital, termasuk niat negatif untuk kepentingan pribadi. Sehingga hal tersebut sulit untuk dibasmi.
"Saya menilai ini keprihatinan banyak pihak. Tapi mungkin juga ada yang memanfaatkan, untuk kepentingannya, sehingga (berita negatif) tak mudah dibasmi," ujarnya.
Sapto mengatakan, Dewan Pers bersama konstituen konsen melakukan gerakan menanggulangi berita hoaks, disinformasi, dan misinformasi. Terlebih, beberapa organisasi lainnya seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) hingga Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) juga melakukan hal serupa.
Anggota Dewan Pers, Sapto Anggoro mengatakan pelatihan ini akan diikuti oleh jurnalis dari seluruh Indonesia. Adapun pelatihan dimaksudkan untuk mengedukasi para jurnalis agar memberikan informasi yang sebenar-benarnya.
"Menjelang hajatan politik, Dewan Pers akan bekerjasama dengan banyak pihak untuk melakukan pelatihan liputan politik, termasuk pelatihan cek fakta, debunking dan prebunking. Bisa (diikuti jurnalis seluruh Indonesia) nanti kita kerjasama dengan konstituen. sebagai bentuk tanggung jawab pers terhadap pembaca," kata Sapto kepada Langit7.id, Jumat (23/12/2022).
Baca Juga:Eks Ketua KPK Luncurkan Cek Pemilu Pantau Reputasi Caleg
Sapto menilai tak sedikit pihak memanfaatkan ruang digital, termasuk niat negatif untuk kepentingan pribadi. Sehingga hal tersebut sulit untuk dibasmi.
"Saya menilai ini keprihatinan banyak pihak. Tapi mungkin juga ada yang memanfaatkan, untuk kepentingannya, sehingga (berita negatif) tak mudah dibasmi," ujarnya.
Sapto mengatakan, Dewan Pers bersama konstituen konsen melakukan gerakan menanggulangi berita hoaks, disinformasi, dan misinformasi. Terlebih, beberapa organisasi lainnya seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) hingga Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) juga melakukan hal serupa.