Haedar Nashir: Kemajuan Iptek Harus Dilandasi Nilai Asasi Ketuhanan
Muhajirin
Senin, 26 Desember 2022 - 13:42 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir (foto: LANGIT7.ID/ Ahmad Jilul Qurani Farid)
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, menegaskan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) harus dilandasi dengan nilai asasi ketuhanan. Dalam Islam, tradisi ilmu merupakan implementasi wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW.
Iqra dalam wahyu pertama adalah tuntunan untuk membangun peradaban. Iqra dalam pandangan mufasir tidak hanya membaca secara verbal dan tekstual, tapi berbagai aktivitas akal pikiran dan kajian keilmuan yang menghadirkan aspek ilahiyah.
Maka itu, dalam melakukan inovasi, pengembangan teknologi dan inovasi, harus memiliki landasan nilai Islam. Landasan itu sebagai basis etika, moral, dan spiritual. Jika tidak ditunjang dengan nilai-nilai spiritual, teknologi yang dihasilkan akan menjauhkan manusia dari agama bahkan bisa mengubah manusia tampak seperti robot.
Baca Juga: Perbedaan Cara Islam dan Barat Memandang Realitas dan Kebenaran
“Bagaimana menghadirkan nilai-nilai ilahiyah dalam hidup kesemestaan? Value kita adalah Islam Berkemajuan, memahami Islam dengan bayani, burhani, irfani. Agama harus menjadi tempat untuk membingkai kemajuan nalar,” kata Haedar dalam acara Sidang Senat Terbuka Universitas Ahmad Dahlan dan Upacara Milad ke-62 di Yogyakarta beberapa waktu lalu.
Iqra dalam wahyu pertama adalah tuntunan untuk membangun peradaban. Iqra dalam pandangan mufasir tidak hanya membaca secara verbal dan tekstual, tapi berbagai aktivitas akal pikiran dan kajian keilmuan yang menghadirkan aspek ilahiyah.
Maka itu, dalam melakukan inovasi, pengembangan teknologi dan inovasi, harus memiliki landasan nilai Islam. Landasan itu sebagai basis etika, moral, dan spiritual. Jika tidak ditunjang dengan nilai-nilai spiritual, teknologi yang dihasilkan akan menjauhkan manusia dari agama bahkan bisa mengubah manusia tampak seperti robot.
Baca Juga: Perbedaan Cara Islam dan Barat Memandang Realitas dan Kebenaran
“Bagaimana menghadirkan nilai-nilai ilahiyah dalam hidup kesemestaan? Value kita adalah Islam Berkemajuan, memahami Islam dengan bayani, burhani, irfani. Agama harus menjadi tempat untuk membingkai kemajuan nalar,” kata Haedar dalam acara Sidang Senat Terbuka Universitas Ahmad Dahlan dan Upacara Milad ke-62 di Yogyakarta beberapa waktu lalu.