home edukasi & pesantren

Pesantren Covid-19 Ala Muhammadiyah, Karantina Jadi Menyenangkan

Kamis, 08 Juli 2021 - 07:00 WIB
Ilustrasi karantina atau isolasi mandiri ceria. Foto: Langit7.id/iStock
Muhammadiyah hadir sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia 109 tahun silam merupakan jawaban riil terhadap kondisi bangsa saat itu. Kala itu, kolonial Belanda tidak hanya mengeruk kekayaan bangsa melainkan juga merenggut hak dasar masyarakat untuk mengenyam pendidikan yang mencerahkan, termasuk mengeyam rasa aman dalam menjalankan syariat Islam.

Meski satu abad berlalu, kontribusi Muhammadiyah dalam membangun bangsa tak pernah surut. Bahkan organisasi yang telah membangun ribuan lembaga pendidikan dan rumah sakit itu terus mengabdi kepada bangsa dengan berbagai kontribusi. Misalnya pada masa pandemi Covid-19 saat ini. Organisasi yang didirikan KH Ahmad Dahlan pada 18 November 1912 itu menggelontorkan dana Rp344,16 miliar untuk disalurkan kepada 31.869.988 orang penerima manfaat. Hal tersebut didasarkan pada laporan Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) PP Muhammadiyah.

Lalu, akhir-akhir ini salah satu program Muhammadiyah yang menyita perhatian publik adalah Pesantren Covid-19. Muhammadiyah telah meresmikan pesantren Covid-19 di beberapa kota, salah satunya Kota Kudus, Jawa Tengah. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus bekerjasama dengan Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), LAZISMU, Universitas Muhammadiyah Kudus, dan Rumah Sakit (RS) Aisyiyah Kudus menyiapkan dukungan tempat penampungan sementara (Shelter) untuk isolasi mandiri di Asrama Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU).

Shelter Covid-19 yang dinamai Pesantren Covid-19 Shelter MCCC UMKUtersebut berlokasi di Jl Ganesha 1 Purwosari Kudus. Shelter tersebut memiliki kapasitas untuk menampung 32 orang terkonfirmasi positif Covid-19 bergejala ringan.

Pesantren Covid-19 Shelter MCCC Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) diresmikan langsung Bupati Kudus HM Hartopo, Rabu (16/6/2021) dan beroperasi sehari kemudian. Shelter Covid-19 ini didirikan atas kerjasama antara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus, Universitas Muhammadiyah Kudus, Rumah Sakit ‘Aisyiyah Kudus, Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), Lazismu, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kudus.

Rektor Universitas Muhammadiyah Kudus Rusnoto berharap shelter ini bisa membantu mengurangi penularan bagi warga yang terkonfirmasi positif dan harus diisolasi mandiri. Dia menegaskan, UMKU akan bekerjasama dengan RS Aisyiyah untuk melakukan screening.

Kita tidak langsung memasukkan mereka yang terkonfirmasi covid-19 ke dalam shelter, namun rekomendasi dari dokter maupun tim kesehatan dari RS Aisyiyah lah yang akan menjadi acuan bagi kita untuk memasukan mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 ke dalam shelter," kataRusnoto seperti dilansir suaramuhammadiyah.id.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
covid-19 pondok pesantren muhammadiyah karantina
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya