Tampilkan Lukisan Nabi Muhammad, Profesor Seni di Minnesota Dipecat
Fifiyanti Abdurahman
Sabtu, 31 Desember 2022 - 10:15 WIB
Ilustrasi. Foto: iStock.
Seorang profesor seni liberal di Universitas Hamline, Minnesota dipecat usai menampilkan gambar Nabi Muhammad SAW di kelas. Pemecatan tersebut atas laporan seorang mahasiswa Muslim yang mengeluhkan aksi sang profesor memperlihatkanlukisan penggambaran Nabi Muhammad selama kelas seni Islam.
Menurut Hamline Oracle, seperti dilansir Fox News, Sabtu (31/12/2022), aksi tersebut memicu kemarahan pada Oktober lalu atas gambaran Nabi Muhammad yang dibuat pada tahun 1300-an dan 1500-an.
Baca juga: Atasi Ancaman Resesi dengan Pola Hidup Nabi Muhammad SAW
Umat Muslim di dunia menganggap penggambaran Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk penghujatan.
Presiden Himpunan Mahasiswa Muslim, Aram Wedatalla, melaporkan ke pihak administrator universitas satu hari setelah kejadian.
“Saya seperti, 'Ini tidak mungkin nyata.' Saya tidak merasa bahwa saya termasuk sebagai seorang Muslim atau orang kulit hitam dalam komunitas di mana mereka tidak menghargai saya sebagai anggota dan tidak menunjukkan hormat saya lakukan," kata Wedatalla.
Wakil presiden asosiasi keunggulan inklusif Universitas Hamline, David Everett, mengirim email kepada para mahasiswa pada 7 November mengenai insiden tersebut dan menggambarkannya sebagai tindakan tidak sopan dan termasuk Islamofobia.
Menurut Hamline Oracle, seperti dilansir Fox News, Sabtu (31/12/2022), aksi tersebut memicu kemarahan pada Oktober lalu atas gambaran Nabi Muhammad yang dibuat pada tahun 1300-an dan 1500-an.
Baca juga: Atasi Ancaman Resesi dengan Pola Hidup Nabi Muhammad SAW
Umat Muslim di dunia menganggap penggambaran Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk penghujatan.
Presiden Himpunan Mahasiswa Muslim, Aram Wedatalla, melaporkan ke pihak administrator universitas satu hari setelah kejadian.
“Saya seperti, 'Ini tidak mungkin nyata.' Saya tidak merasa bahwa saya termasuk sebagai seorang Muslim atau orang kulit hitam dalam komunitas di mana mereka tidak menghargai saya sebagai anggota dan tidak menunjukkan hormat saya lakukan," kata Wedatalla.
Wakil presiden asosiasi keunggulan inklusif Universitas Hamline, David Everett, mengirim email kepada para mahasiswa pada 7 November mengenai insiden tersebut dan menggambarkannya sebagai tindakan tidak sopan dan termasuk Islamofobia.