Sebanyak 1.409 Bencana Terjadi di Jakarta Selama 2022
Hasanah syakim
Ahad, 01 Januari 2023 - 19:35 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Badan Penanggulangan Provinsi (BPBD) Provinsi DKI Jakarta menyampaikan sebanyak 1.409 kejadian bencana terjadi di Jakarta selama tahun 2022. BPBD DKI Jakarta mencatat, bencana kebakaran paling sering terjadi.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji menjelaskan selama periode Januari hingga Desember 2022, tercatat 642 peristiwa kebakaran, 127 banjir, 642 pohon tumbang, 197 jalan tergenang, 13 angin kencang, 14 tanah longsor, dan dua kejadian gempa bumi yang getarannya terasa hingga Jakarta.
"Kemudian, terjadi pula 37 bencana lain seperti bangunan roboh, orang tenggelam, kapal tenggelam dan lain-lain. Peristiwa kebakaran pada gedung dan permukiman menjadi jenis bencana tertinggi sepanjang 2022, dan terbanyak terjadi pada Agustus dengan 71 kejadian," kata Isnawa Adji Ahad (1/1/2023).
Baca juga:Bangun Masjid di Lokasi Bencana, BMH: Kebutuhan Hakiki untuk Penyintas
Menurutnya, hasil penghitungan perkiraan nilai kerusakan dan kerugian pasca kebakaran di sektor pemukiman selama 2022 ditaksir mencapai Rp 130,6 miliar lebih.
Selain itu, Isnawa mengatakan untuk bencana banjir, paling sering terjadi pada Oktober sebanyak 19 kejadian. Demikian juga jalan tergenang sebanyak 62 kejadian.
“Hal ini dipicu, karena Oktober menjadi waktu peralihan dari musim kemarau menjadi musim penghujan. Sedangkan kejadian bencana angin kencang tertinggi terjadi pada Maret sebanyak lima kejadian," katanya.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji menjelaskan selama periode Januari hingga Desember 2022, tercatat 642 peristiwa kebakaran, 127 banjir, 642 pohon tumbang, 197 jalan tergenang, 13 angin kencang, 14 tanah longsor, dan dua kejadian gempa bumi yang getarannya terasa hingga Jakarta.
"Kemudian, terjadi pula 37 bencana lain seperti bangunan roboh, orang tenggelam, kapal tenggelam dan lain-lain. Peristiwa kebakaran pada gedung dan permukiman menjadi jenis bencana tertinggi sepanjang 2022, dan terbanyak terjadi pada Agustus dengan 71 kejadian," kata Isnawa Adji Ahad (1/1/2023).
Baca juga:Bangun Masjid di Lokasi Bencana, BMH: Kebutuhan Hakiki untuk Penyintas
Menurutnya, hasil penghitungan perkiraan nilai kerusakan dan kerugian pasca kebakaran di sektor pemukiman selama 2022 ditaksir mencapai Rp 130,6 miliar lebih.
Selain itu, Isnawa mengatakan untuk bencana banjir, paling sering terjadi pada Oktober sebanyak 19 kejadian. Demikian juga jalan tergenang sebanyak 62 kejadian.
“Hal ini dipicu, karena Oktober menjadi waktu peralihan dari musim kemarau menjadi musim penghujan. Sedangkan kejadian bencana angin kencang tertinggi terjadi pada Maret sebanyak lima kejadian," katanya.