Masalah Kemanusiaan Kian Kompleks, Riset Interdisiplin Harus Lebih Masif
Muhajirin
Senin, 02 Januari 2023 - 09:09 WIB
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Ragam masalah yang dihadapi umat manusia semakin kompleks dengan banyak variabel yang sangat bervariasi. Kompleksitas masalah tersebut membutuhkan pendekatan riset baru dengan melibatkan beragam kepakaran untuk mendesain solusi yang efektif.
"Dalam bahasa konsep, ini disebut dengan pendekatan interdisiplin. Pendekatan ini tidak hanya didasarkan pada keragaman disiplin yang terlibat (yang disebut sampai tingkat multidisiplin), tetapi mengharuskan ada irisan antardisiplin,” kata Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Prof Fathul Wahid, dalam acara penyambutan 18 doktor baru UII, dikutip Senin (2/1/2023).
Menurut dia, ada tiga argumen untuk menguatkan hal tersebut. pertama, masalah yang kompleks tidak bisa dipecahkan disiplin tunggal. Kedua, penemuan dan kemajuan dalam riset lebih sering terjadi di perbatasan antardisiplin.
Baca Juga: Tingkat Literasi Indonesia 5 Besar Terbawah di Dunia, Begini Cara Meningkatkannya
“Ketiga, interaksi antarperiset interdisiplin akan bermanfaat untuk memperluas perspektif dan memperjauh horizon,” kata Fathul.
"Dalam bahasa konsep, ini disebut dengan pendekatan interdisiplin. Pendekatan ini tidak hanya didasarkan pada keragaman disiplin yang terlibat (yang disebut sampai tingkat multidisiplin), tetapi mengharuskan ada irisan antardisiplin,” kata Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Prof Fathul Wahid, dalam acara penyambutan 18 doktor baru UII, dikutip Senin (2/1/2023).
Menurut dia, ada tiga argumen untuk menguatkan hal tersebut. pertama, masalah yang kompleks tidak bisa dipecahkan disiplin tunggal. Kedua, penemuan dan kemajuan dalam riset lebih sering terjadi di perbatasan antardisiplin.
Baca Juga: Tingkat Literasi Indonesia 5 Besar Terbawah di Dunia, Begini Cara Meningkatkannya
“Ketiga, interaksi antarperiset interdisiplin akan bermanfaat untuk memperluas perspektif dan memperjauh horizon,” kata Fathul.