Jalan Ideal Bagi Publik, Pengamat: Tersedia Akses Angkutan Umum
Fifiyanti Abdurahman
Kamis, 05 Januari 2023 - 17:31 WIB
Ilustrasi transportasi publik di Jakarta. Foto: LANGIT7/iStock
Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menyebut jalan ideal bagi publik adalah yang memiliki akses angkutan umumnya, khususnya di wilayah perumahan.
Baca juga: Pengamat: Benahi Transportasi Umum Lebih Baik dari Insentif Kendaraan Listrik
"Idealnya setiap kawasan perumahan harus memiliki akses angkutan umum. Umpamanya beli rumah di Jakarta, kan tentu mahal. Orang yang harus beli rumah di Jakarta minimal punya gaji per bulan 10 juta, karena dia harus cicil rumah terus beli kendaraan," ujar Djoko kepada Langit7, Kamis (5/1/2022).
Djoko mengatakan di zaman Soeharto setiap kawasan perumahan tersedia angkutan umum sehingga memudahkan mobilitas masyarakat. Dia mencontohkan wilayah perumahan Klender, di mana disiapkan bis trayek dari lokasi tersebut hingga ke pusat keramaian seperti Pasar Senen, Tanah Abang, Jalan Sudirman, atau Jalan Diponegoro.
Karenanya, penulis buku Fakta Kebijakan Transportasi Publik di Indonesia ini menyarankan pemerintah untuk menyediakan transportasi publik di kawasan perumahan.
Baca juga: Insentif Kendaraan Listrik, Dosen IPB: Baiknya Fokus Transportasi Publik
"Seharusnya pemerintah daerah menyediakan transportasi publik di kawasan-kawasan perumahan, solusinya itu. Tanpa itu berat," pungkas Djoko.
Baca juga: Pengamat: Benahi Transportasi Umum Lebih Baik dari Insentif Kendaraan Listrik
"Idealnya setiap kawasan perumahan harus memiliki akses angkutan umum. Umpamanya beli rumah di Jakarta, kan tentu mahal. Orang yang harus beli rumah di Jakarta minimal punya gaji per bulan 10 juta, karena dia harus cicil rumah terus beli kendaraan," ujar Djoko kepada Langit7, Kamis (5/1/2022).
Djoko mengatakan di zaman Soeharto setiap kawasan perumahan tersedia angkutan umum sehingga memudahkan mobilitas masyarakat. Dia mencontohkan wilayah perumahan Klender, di mana disiapkan bis trayek dari lokasi tersebut hingga ke pusat keramaian seperti Pasar Senen, Tanah Abang, Jalan Sudirman, atau Jalan Diponegoro.
Karenanya, penulis buku Fakta Kebijakan Transportasi Publik di Indonesia ini menyarankan pemerintah untuk menyediakan transportasi publik di kawasan perumahan.
Baca juga: Insentif Kendaraan Listrik, Dosen IPB: Baiknya Fokus Transportasi Publik
"Seharusnya pemerintah daerah menyediakan transportasi publik di kawasan-kawasan perumahan, solusinya itu. Tanpa itu berat," pungkas Djoko.
(est)