Iran Resmi Dukung Pemerintahan Inklusif di Afghanistan
Muhajirin
Selasa, 24 Agustus 2021 - 07:08 WIB
Taliban ketika menggelar konferensi pers pada 17 Agustus 2021 di Kabul, Afghanistan Foto: Ist
Satu negara, yakni Iran pada Senin (23/8) menyatakan dukungannya untuk pembentukan pemerintah inklusif di Afghanistan.
Menurut laporan kantor berita semi-resmi Mehr, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh mengatakan pada konferensi pers mingguan bahwa Teheran mengikuti perkembangan di negara tetangganya, Afghanistan.
"Kami berhubungan dengan semua pihak di Afghanistan," kata Khatibzadeh. Ia menambahkan bahwa Iran siap untuk memfasilitasi pembicaraan damai intra-Afghanistan.
Dia menyatakan Iran akan mendukung rakyat Afghanistan pada situasi yang kritis ini.
“Tidak ada solusi militer untuk masalah Afghanistan dan semua kelompok dan pihak harus menyelesaikan masalah melalui negosiasi dan dialog," tegas Khatibzadeh seperti dikutip Kantor Berita Turki, Anadolu.
Ini adalah pernyataan resmi dari Pemerintah Iran terkait posisi Taliban di Afghanistan.
Teheran yang menjalin hubungan longgar dengan Taliban dalam beberapa tahun terakhir termasuk menjadi tuan rumah bagi perwakilan kelompok milisi tersebut, tidak memberi pernyataan publik ketika Kabul diambil alih dari pemerintahan yang dipimpin presiden melarikan diri, Ashraf Gani
Menurut laporan kantor berita semi-resmi Mehr, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh mengatakan pada konferensi pers mingguan bahwa Teheran mengikuti perkembangan di negara tetangganya, Afghanistan.
"Kami berhubungan dengan semua pihak di Afghanistan," kata Khatibzadeh. Ia menambahkan bahwa Iran siap untuk memfasilitasi pembicaraan damai intra-Afghanistan.
Dia menyatakan Iran akan mendukung rakyat Afghanistan pada situasi yang kritis ini.
“Tidak ada solusi militer untuk masalah Afghanistan dan semua kelompok dan pihak harus menyelesaikan masalah melalui negosiasi dan dialog," tegas Khatibzadeh seperti dikutip Kantor Berita Turki, Anadolu.
Ini adalah pernyataan resmi dari Pemerintah Iran terkait posisi Taliban di Afghanistan.
Teheran yang menjalin hubungan longgar dengan Taliban dalam beberapa tahun terakhir termasuk menjadi tuan rumah bagi perwakilan kelompok milisi tersebut, tidak memberi pernyataan publik ketika Kabul diambil alih dari pemerintahan yang dipimpin presiden melarikan diri, Ashraf Gani