Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home global news detail berita

Iran Resmi Dukung Pemerintahan Inklusif di Afghanistan

Muhajirin Selasa, 24 Agustus 2021 - 07:08 WIB
Iran Resmi Dukung Pemerintahan Inklusif di Afghanistan
Taliban ketika menggelar konferensi pers pada 17 Agustus 2021 di Kabul, Afghanistan Foto: Ist
LANGIT7.ID - Satu negara, yakni Iran pada Senin (23/8) menyatakan dukungannya untuk pembentukan pemerintah inklusif di Afghanistan.

Menurut laporan kantor berita semi-resmi Mehr, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh mengatakan pada konferensi pers mingguan bahwa Teheran mengikuti perkembangan di negara tetangganya, Afghanistan.

"Kami berhubungan dengan semua pihak di Afghanistan," kata Khatibzadeh. Ia menambahkan bahwa Iran siap untuk memfasilitasi pembicaraan damai intra-Afghanistan.

Dia menyatakan Iran akan mendukung rakyat Afghanistan pada situasi yang kritis ini.

“Tidak ada solusi militer untuk masalah Afghanistan dan semua kelompok dan pihak harus menyelesaikan masalah melalui negosiasi dan dialog," tegas Khatibzadeh seperti dikutip Kantor Berita Turki, Anadolu.

Ini adalah pernyataan resmi dari Pemerintah Iran terkait posisi Taliban di Afghanistan.

Teheran yang menjalin hubungan longgar dengan Taliban dalam beberapa tahun terakhir termasuk menjadi tuan rumah bagi perwakilan kelompok milisi tersebut, tidak memberi pernyataan publik ketika Kabul diambil alih dari pemerintahan yang dipimpin presiden melarikan diri, Ashraf Gani

Dalam komentar pendek setelah kejatuhan ibu kota Afghanistan, presiden Iran, Ebrahim Raisi dan Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif tidak menyebut Taliban secara langsung.

Saat itu bunyi pernyataan Raisi seperti dikutip Radio Free Europe Radio Liberty "Kekalahan militer dan penarikan AS dari Afghanistan sudah semestinya menawarkan kesempatan untuk memulihkan kehidupan, keamanan dan perdamaian langgeng di negara tersebut,".

Bagi sejumlah pengamat luar negeri, situasi Afghanistan saat ini dengan kehadiran Taliban memberikan aksi kesetimbangan bagi Iran yang anti-Amerika. Ada perubahan pandangan mendasar di Teheran terkait Taliban.

Taliban bukan kawan dekat, sebaliknya musuh bebuyutan bagi Iran. Dua puluh tiga tahun lalu, Taliban bertanggung jawab atas pembunuhan delapan diplomat dan seorang jurnalis dalam sebuah misi di Mazar-i Sharaf yang nyaris memicu perang antarnegara.

"Taliban memiliki citra sangat buruk di Iran," kata Mohammad Javad Mousavizadeh, seorang analisi politik, seperti dikutip Atlantic Council pekan lalu. "Namun mengejutkan, saat ini banyak suara bermunculan bahwa Taliban saat ini tidak seperti Taliban dua puluh tahun lalu." imbuhnya.

Perubahan cara pandang politik itu diasumsikan tak lepas dari promosi figur kuat dalam Pasukan Garda Revolusi Iran. Komandan Pasukan Quds, unit khusus Pasukan Garda misi luar negeri, Ismail Qaani dianggap sebagai veteran "pemain" Afghanistan, alasan yang membuat AS dan pemerintah Afghanistan menuduh Iran membekingi Taliban bertahun-tahun.

Meski, masih menurut analis, perubahan itu tak lantas membuat Iran mempercayai Taliban. Tapi paling tidak Teheran mungkin melihat sedikit harapan terhadap teokrasi otokrat terhadap Afghanistan ketimbang di bawah Washington.

Bukti yang mengindikasi kuat yakni ketika Kabul diambil alih, Teheran meski menyatakan tetap membuka kantor kedutaan di Kabul dan Herat, pada hari itu juga kantor konsulat di Jalalabad, Kandahar dan Mazar-i Sharaf--di mana delapan diplomat terbunuh--ditutup.

Taliban menguasai Afghanistan setelah mengambil alih Ibu Kota Kabul pada 15 Agustus, memaksa presiden dan pejabat tinggi lainnya meninggalkan negara itu.

Perebutan kekuasaan yang tak terduga memicu serbuan warga yang ingin melarikan diri dari Afghanistan, termasuk warga sipil yang membantu tentara atau kelompok asing dan sekarang takut akan pembalasan Taliban.

(arp)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)