19 Juta Orang Telah Gunakan Layanan MRT Sepanjang Tahun 2022
Hasanah syakim
Rabu, 11 Januari 2023 - 18:33 WIB
ilustrasi kereta MRT (foto: istimewa)
PT MRT Jakarta mengatakan sekitar 19,7 juta orang menggunakan layanan MRT Jakarta sepanjang tahun 2022, dengan jumlah kurang lebih 87.072 perjalanan kereta.
Jumlah ini menunjukan rata-rata 50 ribu orang menggunakan MRT Jakarta per hari, ketepatan waktu tempuh, kedatangan, dan berhenti Ratangga juga mencapai 99.94 persen.
Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Ahmad Pratomo mengatakan perusahaan menargetkan angka keterangkutan penumpang, mencapai 14,6 juta orang sepanjang 2022 di awal tahun lalu, atau setara dengan rata-rata harian sebanyak 40 ribu orang per hari.
Baca juga:Jokowi Resmikan Proyek Pengembangan Stasiun Manggarai Tahap 1
“PT MRT Jakarta bekerja sama dengan berbagai pihak, terutama dari industri wisata seperti sektor kuliner, aktivitas, hingga pusat perbelanjaan, kesehatan, pendidikan, hingga promo tiket di sejumlah tempat wisata,” ujar Pratomo dalam keterangannya, Rabu (11/1/2023).
Menurutnya, kolaborasi dengan sejumlah operator transportasi publik pengumpan (feeder), juga mendorong peningkatan angka keterangkutan seperti Transjakarta, PPD, Tebengan, Gojek, Grab, dan yang terbaru, Swoop.
"Kehadiran angkutan pengumpan ini akan berdampak tidak saja terhadap kenaikan angka keterangkutan, namun juga mendorong kebudayaan menggunakan platform berbagi kendaraan (ride sharing)," ungkapnya.
Jumlah ini menunjukan rata-rata 50 ribu orang menggunakan MRT Jakarta per hari, ketepatan waktu tempuh, kedatangan, dan berhenti Ratangga juga mencapai 99.94 persen.
Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Ahmad Pratomo mengatakan perusahaan menargetkan angka keterangkutan penumpang, mencapai 14,6 juta orang sepanjang 2022 di awal tahun lalu, atau setara dengan rata-rata harian sebanyak 40 ribu orang per hari.
Baca juga:Jokowi Resmikan Proyek Pengembangan Stasiun Manggarai Tahap 1
“PT MRT Jakarta bekerja sama dengan berbagai pihak, terutama dari industri wisata seperti sektor kuliner, aktivitas, hingga pusat perbelanjaan, kesehatan, pendidikan, hingga promo tiket di sejumlah tempat wisata,” ujar Pratomo dalam keterangannya, Rabu (11/1/2023).
Menurutnya, kolaborasi dengan sejumlah operator transportasi publik pengumpan (feeder), juga mendorong peningkatan angka keterangkutan seperti Transjakarta, PPD, Tebengan, Gojek, Grab, dan yang terbaru, Swoop.
"Kehadiran angkutan pengumpan ini akan berdampak tidak saja terhadap kenaikan angka keterangkutan, namun juga mendorong kebudayaan menggunakan platform berbagi kendaraan (ride sharing)," ungkapnya.