Kampus Islam Harus Jadi Tonggak Integrasi Agama dan Ilmu Pengetahuan
Muhajirin
Rabu, 18 Januari 2023 - 19:04 WIB
Universitas Islam Indonesia, kampus Islam pertama di Indonesia (Dok UII)
Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Dr Adian Husaini, mengutarakan, kampus-kampus Islam di Indonesia harus menjadi tonggak integrasi Islam dan ilmu pengetahuan. Diskusi seputar integrasi Islam dan ilmu pengetahuan sudah ada sejak dahulu, bahkan sebelum Indonesia merdeka.
“Kalau kita lihat dalam lintasan sejarah, Prof Saifuddin ini tahun 83 sudah mendeklarasikan ISK (islamisasi sains dan kampus), waktu beliau sebagai Rektor Ibnu Khaldun Bogor,” kata Adian dalam Webinar peluncuran buku Integrasi Ilmu dan Islam di Universitas Al Azhar Indonesia yang diikuti Langit7, Selasa (17/1/2023).
Islamisasi ilmu pengetahuan atau integrasi sains dan Islam sebenarnya sudah digagas oleh para pendiri bangsa. Pada 1944, Masyumi menggelar kongres di Yogyakarta. Ada dua keputusan dalam kongres tersebut.
Baca Juga: Integrasikan Islam dengan Sains, UMY Dirikan CISIC
Keputusan pertama, membentuk laskar hizbullah. Kedua, membentuk panitia pendirian Universitas Islam. panitia itu diketuai oleh Moh. Hattan dan sekretaris Moh. Natsir. Hingga, 1945 Indonesia resmi memiliki universitas pertama dengan nama Sekolah Tinggi Islam (STI).
“Kalau kita lihat dalam lintasan sejarah, Prof Saifuddin ini tahun 83 sudah mendeklarasikan ISK (islamisasi sains dan kampus), waktu beliau sebagai Rektor Ibnu Khaldun Bogor,” kata Adian dalam Webinar peluncuran buku Integrasi Ilmu dan Islam di Universitas Al Azhar Indonesia yang diikuti Langit7, Selasa (17/1/2023).
Islamisasi ilmu pengetahuan atau integrasi sains dan Islam sebenarnya sudah digagas oleh para pendiri bangsa. Pada 1944, Masyumi menggelar kongres di Yogyakarta. Ada dua keputusan dalam kongres tersebut.
Baca Juga: Integrasikan Islam dengan Sains, UMY Dirikan CISIC
Keputusan pertama, membentuk laskar hizbullah. Kedua, membentuk panitia pendirian Universitas Islam. panitia itu diketuai oleh Moh. Hattan dan sekretaris Moh. Natsir. Hingga, 1945 Indonesia resmi memiliki universitas pertama dengan nama Sekolah Tinggi Islam (STI).