Pemilu 2024
Tangkal Hoaks Jelang Pemilu, Polri Gencarkan Patroli Siber
Andi Muhammad
Jum'at, 20 Januari 2023 - 23:00 WIB
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
Direktorat Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri menggencarkan patroli siber jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi penyebaran berita bohong atau hoaks yang beredar di media sosial.
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Adi Vivid Agustiadi Bachtiar menilai penyebaran hoaks kian merebak di tahun politik. Karena itu, patroli siber perlu dilakukan dengan memfokuskan berita-berita terkait pemilu.
"Jadi kami dalam patroli siber yang dilakukan rutin oleh Direktorat Siber Mabes Polri, dan jajaran Kasubdit Siber di 34 polda sudah melakukan patroli siber. Salah satunya fokus terhadap pemilu," kata Adi dalam keterangannya, Jumat (20/1/2023).
Baca Juga:Heboh Pernyataan Pemilu Proporsional Terbuka-Tertutup, Ketua KPU Minta Maaf
Adi mengungkapkan bahwa patroli siber dilakukan setelah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengeluarkan indeks kerawanan pemilu. Pihaknya pun kini tengah menyusun strategi sebagai upaya menjada konstelasi dan stabilitas geopolitik dalam tahapan Pemilu.
"Kita juga tahu bahwa jadwal kampanye itu hanya singkat. Artinya, calon legislatif (caleg) dan calon presiden (capres) pasti akan menggunakan ruang digital," ujarnya.
Lebih lanjut, Adi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait. Salah satunya yakni Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk menentukan langka-langkah mengantisipasi berita hoaks jelang Pemilu 2024.
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Adi Vivid Agustiadi Bachtiar menilai penyebaran hoaks kian merebak di tahun politik. Karena itu, patroli siber perlu dilakukan dengan memfokuskan berita-berita terkait pemilu.
"Jadi kami dalam patroli siber yang dilakukan rutin oleh Direktorat Siber Mabes Polri, dan jajaran Kasubdit Siber di 34 polda sudah melakukan patroli siber. Salah satunya fokus terhadap pemilu," kata Adi dalam keterangannya, Jumat (20/1/2023).
Baca Juga:Heboh Pernyataan Pemilu Proporsional Terbuka-Tertutup, Ketua KPU Minta Maaf
Adi mengungkapkan bahwa patroli siber dilakukan setelah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengeluarkan indeks kerawanan pemilu. Pihaknya pun kini tengah menyusun strategi sebagai upaya menjada konstelasi dan stabilitas geopolitik dalam tahapan Pemilu.
"Kita juga tahu bahwa jadwal kampanye itu hanya singkat. Artinya, calon legislatif (caleg) dan calon presiden (capres) pasti akan menggunakan ruang digital," ujarnya.
Lebih lanjut, Adi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait. Salah satunya yakni Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk menentukan langka-langkah mengantisipasi berita hoaks jelang Pemilu 2024.