home global news

Marak Konten Ngemis Online, Legislator: Bukti Literasi Digital Rendah

Sabtu, 21 Januari 2023 - 07:00 WIB
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
Anggota Komisi I DPR RI, Christina Aryani turut menyorti maraknya konten ngemis online di media sosial TikTok. Dia menilai konten mengemis online merupakan tindakan eksploitatif, sangat tidak terpuji, merendahkan martabat manusia, dan tidak mendidik.

Melihat fenomena tersebut, Aryani mendukung langkah Kepolisian memproses kasus ini ke ranah hukum. Tujuannya untuk memberi efek jera kepada para pelaku, sekaligus pembelajaran bagi masyarakat untuk lebih bijaksana dalam membuat konten.

"Kasus semacam ini membuktikan literasi digital kita masih rendah. Konten kreator maupun warga net perlu untuk terus belajar. Saya mengapresiasi bentuk koreksi spontan dari sesama pengguna media sosial ketika menemukan hal-hal yang dianggap tidak pantas dan cenderung merusak," kata Aryani dalam keterangannya, Jumat (20/1/2022).

Baca Juga:DRR Minta Kominfo Blokir Konten Ngemis Online di TikTok

Politisi Fraksi Partai Golkar itu meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemen Kominfo) memblokir konten ngemis online di media sosial. Menurutnya, fenomena konten yang tengah marak itu membuat resah masyarakat, sehingga perlu di take down.

"DPR mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika memberikan atensi khusus. Dalam hal ditemukan pelanggaran terkait konten, Kominfo harus mengambil tindakan pemblokiran atau take down," ujarnya.

Belakangan ini fenomena ngemis online kian menjadi-jadi di TikTok. Pasalnya, aksi tersebut memanfaatkan para lansia untuk melakukan hal-hal tidak berfaedah seperti mandi lumpur. Alih-alih ingin mendapatkan simpati, justru malah menuai kontroversi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
legislator komisi i dpr literasi digital ngemis online christina aryani
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya