Cara Cegah Kemungkaran dalam Islam, Ikhtiarkan dengan 3 Tahap Ini
Mahmuda attar hussein
Selasa, 24 Januari 2023 - 17:20 WIB
Cara Cegah Kemungkaran dalam Islam, Ikhtiarkan dengan 3 Tahap Ini. (Foto: Istimewa).
Ada cara mencegah kemungkaran dalam Islam. Umat harus bisa mengikhtiarkan 3 tahap tersebut, mulai dari adanya kekuasaan, lalu dengan lisan dan terakhir di hati.
Tiga cara ini disebutkan dalam hadis Arbain ke-34. Dari Abu Sa’id Al-Khudri, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, ‘Barangsiapa dari kalian melihatkemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman." (HR Muslim).
Menurut Kepala Pusat Tarjih Universitas Ahmad Dahlan Budi Jaya Putra, hadis di atas menerangkan tentang cara bijak dalam menanggulangi kemungkaran.
Mengutip Ibnu Rajab, pengingkaran suatu kemungkaran dengan hati adalah wajib bagi setiap muslim dalam segala keadaan. Adapun pengingkaran dengan tangan dan lisan dipandang dari kemampuan.
Dalam bahasa Arab, tangan seringkali dimaknai dengan kekuatan dan kekuasaan. Sehingga, bagi sesiapa saja yang memiliki kekuasaan, dengan kekuasaannya ia harus melenyapkan berbagai kemungkaran.
Ini merupakan cara paling efektif. Karena itu, Umat Islam mesti menjadi pemimpin di setiap tempat agar mudah dalam memberantas kemungkaran.
"Seorang Presiden, Gubernur, dan lain-lain memiliki kesempatan paling terbuka untuk menghilangkan kemungkaran. Ini harus dimanfaatkan dengan baik karena tidak semua memiliki kekuasaan," ujar Budi dalam kajian yang diselenggarakan Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan pada Senin (23/01).
Tiga cara ini disebutkan dalam hadis Arbain ke-34. Dari Abu Sa’id Al-Khudri, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, ‘Barangsiapa dari kalian melihatkemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman." (HR Muslim).
Menurut Kepala Pusat Tarjih Universitas Ahmad Dahlan Budi Jaya Putra, hadis di atas menerangkan tentang cara bijak dalam menanggulangi kemungkaran.
Mengutip Ibnu Rajab, pengingkaran suatu kemungkaran dengan hati adalah wajib bagi setiap muslim dalam segala keadaan. Adapun pengingkaran dengan tangan dan lisan dipandang dari kemampuan.
Dalam bahasa Arab, tangan seringkali dimaknai dengan kekuatan dan kekuasaan. Sehingga, bagi sesiapa saja yang memiliki kekuasaan, dengan kekuasaannya ia harus melenyapkan berbagai kemungkaran.
Ini merupakan cara paling efektif. Karena itu, Umat Islam mesti menjadi pemimpin di setiap tempat agar mudah dalam memberantas kemungkaran.
"Seorang Presiden, Gubernur, dan lain-lain memiliki kesempatan paling terbuka untuk menghilangkan kemungkaran. Ini harus dimanfaatkan dengan baik karena tidak semua memiliki kekuasaan," ujar Budi dalam kajian yang diselenggarakan Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan pada Senin (23/01).